Kota Malang, Bhirawa –Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) Fakultas Pendidikan, Sains, dan Humaniora (FPSH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengukir prestasi. Berbekal latihan intensif selama tiga hari, tim rugby PKO UMM yang mewakili Kota Malang sukses mengamankan peringkat ketiga dalam turnamen Surabaya Rising Champion kategori 10’s di Surabaya, Rabu 7/10.
Prestasi membanggakan di level Jawa Timur tersebut diraih oleh 14 mahasiswa PKO UMM setelah bersaing ketat dengan sepuluh tim peserta lainnya.
Salah seorang pemain, Nakhlah Nauval, mengungkapkan bahwa tim baru memulai rangkaian latihan sejak Minggu hingga Selasa menjelang pertandingan. Pada hari pertama, porsi latihan difokuskan pada pengenalan dasar cabang olahraga rugby. Intensitas baru ditingkatkan pada dua hari berikutnya dengan mengasah teknik operan, perebutan bola, hingga pemahaman sistem penilaian poin.
”Memang latihannya sebentar sekali, hanya Minggu, Senin, dan Selasa. Hari pertama masih pengenalan, baru Senin dan Selasa mulai latihan intensif. Itu pun masih banyak belajar teknik dasar,” ungkap Nauval.
Meski minim jam terbang dan sempat meraba-raba regulasi permainan pada laga pembuka, adaptasi cepat serta kekompakan tim menjadi kunci keberhasilan mereka di lapangan. Hubungan erat yang sudah terbangun dari interaksi perkuliahan sehari-hari membuat komunikasi antarpemain berjalan solid. Hasilnya, tim perwakilan Kota Malang ini berhasil melaju hingga babak penentuan dan menundukkan tim tuan rumah Surabaya dalam duel perebutan tempat ketiga.
Keberhasilan tersebut juga tak lepas dari sokongan kampus yang memfasilitasi sarana latihan tanpa biaya, konsumsi, hingga kebutuhan operasional bertanding.
Ketua Program Studi PKO UMM, Frendy Aru Fantiro, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas perjuangan mahasiswanya yang berhasil mengharumkan nama Kota Malang. Ia berharap pencapaian ini menjadi batu loncatan pembinaan olahraga rugby secara berkesinambungan di kalangan generasi muda.
”Kami berharap prestasi ini menjadi awal dari kontribusi yang lebih luas. Para pemain dapat membawa semangat dan pengetahuan yang mereka peroleh ke daerah asal, mengenalkan rugby kepada generasi muda, serta membuka ruang lahirnya talenta-talenta baru,” pungkas Frendy.mut






