Lia Istifhama di Munas IKA UPN: Jatim Butuh Pemimpin Lincah dan Berkelanjutan, Sosok Emil Jadi Sorotan

Surabaya, Bhirawa-Pentingnya keberlanjutan kepemimpinan dan pembangunan di Jawa Timur menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Alumni (IKA) UPN Veteran Indonesia di The Trans Luxury Hotel, Surabaya, Sabtu 17/10.

​Anggota DPD RI terpilih asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, secara terbuka memberikan sinyal dukungan moral terhadap kesinambungan duet kepemimpinan Jawa Timur. Senator yang akrab disapa Ning Lia ini bahkan membuka sambutannya dengan sebuah pantun bernada apresiasi khusus kepada Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak.

​“Indah memandang hingga tak keluar kata,

Padahal cinta yang dipendam hanya menjadi kegalauan.

Hati berbinar berjumpa Bapak Emil Dardak tercinta,

Sosok pemimpin yang menjadi panutan kita semua.”

​Pantun tersebut disambut riuh para peserta Munas. Menurut Ning Lia, pantun itu bukan sekadar basa-basi seremonial, melainkan penegasan tentang sosok kepemimpinan muda yang memahami detail teknis dan arah pembangunan daerah.

​Ia mengaitkan pesan itu dengan momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, di mana Gubernur Khofifah Indar Parawansa menekankan visi Jatim unggul, maju, dan berkelanjutan. Gagasan ini selaras dengan pandangan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa HUT Jatim beberapa waktu lalu.

​”Pak Mentan Amran Sulaiman sempat menggarisbawahi bahwa ke depan pemimpin Jatim harus memiliki kelincahan (agility) seperti Ibu Khofifah. Kita tentu berharap Jawa Timur tidak lepas dari figur yang benar-benar memahami seluk-beluk pekerjaan tersebut demi kemaslahatan masyarakat,” terang keponakan Khofifah tersebut.

​Ning Lia menegaskan, kemajuan Jawa Timur saat ini membutuhkan figur yang menjamin program-program kerakyatan tidak mandek di tengah jalan, melainkan terus berkesinambungan.

​Karakter Kampus Bela Negara & Meritokrasi

Di hadapan ratusan alumni, Ning Lia juga mengapresiasi posisi UPN Veteran sebagai Kampus Bela Negara yang dinilai sukses menyatukan keragaman latar belakang dalam satu tarikan napas kebangsaan.

​”Di tengah tantangan menuju Indonesia Emas 2045, kita membutuhkan ruang meritokrasi yang sehat bagi generasi muda agar dapat bertumbuh berdasarkan kompetensi dan integritas, bukan privilese semata,” tegasnya.

​Sementara itu, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dalam pidatonya menekankan pentingnya penguatan ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy) untuk menjaga daya saing Jawa Timur ke depan.

​”Tantangan global menuntut solusi yang berakar pada riset, ilmu pengetahuan, dan adopsi teknologi. Di sinilah peran perguruan tinggi dan alumni menjadi krusial,” urai Emil.

​Perhelatan Munas IKA UPN Veteran Indonesia periode 2026–2031 tersebut turut dihadiri jajaran tokoh penting, di antaranya Anggota DPR RI Reni Astuti, Rektor UPN Veteran Jatim Prof. Akhmad Fauzi, Wakil Rektor III Prof. Lukman Arif, serta KH. Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans).

​Dalam forum permusyawaratan tersebut, RM Bramastyo Kusumonegoro resmi dipercaya menakhodai IKA UPN Veteran Indonesia untuk lima tahun mendatang melalui mekanisme rotasi pergiliran kepemimpinan wilayah.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *