bhirawaonline.com – Raihan penghargaan Ballon d’Or untuk Harry Kane tentunya menjadi catatan sejarah.
Sembilan tahun lalu di London Palladium, Harry Kane hanya bisa berdiri di dekat pintu keluar sambil menatap penuh harap ke arah panggung megah tempat Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi menerima penghargaan pemain terbaik dunia.
Malam itu pada 2017, penyerang tim nasional Inggris tersebut hanyalah seorang pengamat yang bermimpi suatu hari nanti namanya disandingkan dengan para legenda sepak bola dunia.
Waktu terus berjalan, dan takdir akhirnya membawa sang penyerang kembali ke tempat bersejarah yang sama di West End, London, berjarak sekitar sembilan mil dari tempat kelahirannya di Leytonstone, untuk berdiri sejajar dan dinobatkan sebagai yang terbaik.
Penobatan Harry Kane sebagai pemenang Ballon d’Or 2026 tidak lepas dari drama di balik layar yang sempat menyita perhatian publik.
Baca Juga:
Kurang dari tiga jam sebelum seremoni dimulai, situs resmi sempat menerbitkan profil Kane sebagai pemenang Ballon d’Or bersama Kylian MbappĂ© dan Lamine Yamal sebelum akhirnya dihapus dengan cepat, yang berujung pada penundaan acara selama 45 menit.
Di hadapan para penonton, Kane yang duduk berdampingan dengan Lamine Yamal dan Rodri menyambut momen bersejarah tersebut dengan penuh rasa syukur setelah melalui penantian yang diakuinya sangat menegangkan bagi diri dan keluarganya.
Penghargaan utama ini menyempurnakan musim luar biasa yang dicatatkan Kane bersama Bayern Munich dan timnas Inggris dalam rentang waktu Agustus hingga akhir Piala Dunia pada Juli.
Selama periode tersebut, ia membukukan catatan fantastis dengan mencetak 73 gol dari 65 pertandingan, mengantar Bayern meraih gelar Bundesliga, DFB-Pokal, dan Piala Super Jerman.
Kane juga memimpin Inggris meraih pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia dalam 60 tahun terakhir dengan finis di peringkat ketiga melalui sumbangan enam gol.
Torehan gol tersebut sekaligus mengantarkannya merengkuh trofi penyerang terbaik tahun ini sebelum malam puncak menobatkan dirinya sebagai pemenang Ballon d’Or, menjadikannya pemain Inggris pertama yang meraih penghargaan prestisius tersebut sejak Michael Owen pada tahun 2001.
Perjalanan Karier Berliku
Perjalanan karier Kane menuju puncak kejayaan ini bukanlah jalan yang instan dan diwarnai keraguan di masa lalu.
Berawal dari akademi Tottenham Hotspur dan masa-masa peminjaman di klub-klub divisi bawah seperti Leyton Orient, Millwall, Norwich City, hingga Leicester City, tidak banyak yang menyangka bahwa pemuda pekerja keras tersebut akan bertransformasi menjadi salah satu penyerang terhebat dunia.
Dengan total 280 gol dari 435 penampilan untuk Spurs serta statusnya sebagai pencetak gol sepanjang masa timnas Inggris, Kane tetap mengedepankan kerendahan hati saat menerima penghargaannya di atas panggung.
“Wow, wow, wow,” ujarnya mengawali pidato kemenangannya, sebelum mendedikasikan rasa terima kasih yang mendalam kepada mantan klubnya dengan berkata, “Saya tidak akan berada di posisi saya sekarang tanpa kalian.”






