Yogyakarta, Bhirawa-Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali meluluskan sebanyak 2.524 wisudawan program pascasarjana pada prosesi wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027. Momentum kelulusan ini diharapkan melahirkan lulusan yang mampu berpikir kritis serta memberikan kontribusi nyata dalam memecahkan persoalan bangsa.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh wisudawan jenjang magister, spesialis, subspesialis, hingga doktor atas capaian akademik yang diraih.
Dalam pidatonya, Rektor memaparkan sejumlah prestasi strategis yang berhasil dipertahankan kampus biru tersebut. Salah satunya adalah pengakuan internasional predikat 5 Star Plus dalam Healthy University Rating System dari ASEAN University Network-Health Promotion Network (AUN-HPN).
”Capaian ini adalah bagian dari komitmen UGM dalam mewujudkan ekosistem pendidikan berkelanjutan dengan menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan ramah lingkungan,” ujar Prof. Ova Kamis 29/10 kemarin.
Selain itu, UGM juga berhasil menempati peringkat pertama nasional sebagai perguruan tinggi dengan jumlah komersialisasi riset terbanyak di Indonesia, serta meloloskan 17 penelitinya ke dalam jajaran World’s Top 2% Scientists versi Stanford University.
Pada wisuda periode ini, total lulusan terdiri atas 2.145 program magister (15 di antaranya warga negara asing), 89 lulusan spesialis, 20 subspesialis, dan 270 doktor. Secara komposisi, wisudawan perempuan mendominasi dengan proporsi 56,6 persen (1.428 orang), sementara wisudawan pria berjumlah 43,4 persen (1.096 orang).
Sejumlah nama mencatatkan prestasi membanggakan. Pada jenjang magister, masa studi tercepat diraih Anisa Putri Alfiana dari Magister Sains Veteriner FKH (1 tahun 0 bulan), serta lulusan termuda diraih Safira Anindya Syafiana dari Magister Ilmu Kehutanan pada usia 22 tahun 1 bulan. Sebanyak 44 lulusan magister bahkan membukukan IPK sempurna 4,00.
Untuk program spesialis, IPK tertinggi diraih Nadia Nur Asyifa dari program studi Dermatologi, Venereologi, dan Estetika FKKMK dengan IPK 4,00. Pada jenjang subspesialis, Shafira Ayu Siswantari (Ilmu Kesehatan Anak) membukukan waktu studi tercepat yakni 1 tahun 10 bulan sekaligus meraih IPK tertinggi 3,95. Sementara itu, pada jenjang doktor, masa studi tercepat diraih Anhar Santoso (FMIPA) dalam kurun 2 tahun 5 bulan, dengan 54 lulusan doktor meraih IPK sempurna 4,00.
Menutup sambutannya, Rektor mengingatkan para lulusan untuk terus menjaga integritas dan membawa nama baik almamater di mana pun berkarya.
”Semoga lulusan UGM yang diwisuda senantiasa tekun mengembangkan dan mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang berdampak bagi pembangunan bangsa,” pungkasnya. mut






