Punya Nama Sendiri Jersey: Cerita Jobe Bellingham yang Tak Ingin Dibandingkan dengan Jude di Timnas Inggris

Bhirawaonline.com – Pemanggilan Jobe Bellingham ke tim nasional (timnas) senior Inggris mungkin mengejutkan bagi sebagian orang, namun momentum ini sejatinya telah lama dinantikan.

Gelandang berusia 21 tahun tersebut akhirnya mendapatkan kesempatan membuktikan kapasitasnya di level internasional setelah menunjukkan perkembangan pesat bersama Borussia Dortmund.

Perjalanan karier Jobe memiliki kemiripan yang kuat dengan sang kakak, Jude Bellingham, yang kini menjadi bintang Real Madrid.

Keduanya sama-sama menimba ilmu di akademi Birmingham City sebelum melanjutkan karier ke Bundesliga Jerman.

Kendati kerap dibayang-bayangi nama besar kakaknya, Jobe menegaskan komitmennya untuk mengukir jalannya sendiri.

Salah satu langkah simbolis yang ia ambil adalah mengenakan nama “Jobe” di punggung jerseynya, bukan nama keluarga mereka.

“Seorang mantan pelatih menyarankan hal itu kepada saya karena itu menunjukkan bahwa saya menempuh jalan saya sendiri,” ujar Jobe Bellingham mengenai alasannya memilih nama punggung tersebut.

Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, menyambut positif pemanggilan ini dan menilai bahwa keberadaan Jude di tim senior akan membantu proses adaptasi sang adik, tanpa mengesampingkan kerja keras Jobe sendiri.

“Mereka berdua saling mendukung satu sama lain. Pemahaman saya, mereka sangat dekat. Keberadaan kakaknya sebagai salah satu pemain kunci di tim tentu mempermudah Jobe saat masuk ke pemusatan latihan. Jadi, itu diharapkan bisa membantunya, tetapi jangan lupa dia berada di sini atas kemampuannya sendiri, bukan karena kakaknya,” kata Thomas Tuchel kepada BBC Radio 5 Live.

Tuchel menambahkan bahwa pintu tim nasional selalu terbuka bagi pemain yang menunjukkan performa konsisten dan keunggulan di lapangan.

“Dia adalah pemain yang menonjol dan kapten [di timnas Inggris U-21], jadi pintu harus selalu terbuka untuk jalur perkembangan serta performa spesial dalam jangka panjang. Itulah yang telah dilakukan Jobe. Dia menemukan jalannya dan ritme permainannya bersama Dortmund. Dia mengawali musim ini dengan sangat baik, menjadi pemain inti yang reguler dan berpengaruh,” tutur Tuchel.

Baca Juga:

Emil Audero Tebar Semangat Usai Debut Kontra Real Madrid di Bernabeu

Secara karakteristik permainan, Jobe memiliki gaya yang berbeda dibanding Jude.

Ia bermain lebih dalam di lini tengah, memiliki fisik yang kokoh, serta tenang saat menguasai bola.

Tuchel melihat pemanggilan ini sebagai kesempatan alami di tengah absennya beberapa pemain akibat cedera dan sanksi.

“Dia layak untuk memberikan kesan bagi kami. Ini adalah pencapaian luar biasa bagi keluarga dan kedua bersaudara tersebut. Saya bisa melihat antusiasme dan senyumannya secara langsung. Dia memiliki kepribadian yang terbuka dan tenang. Dia adalah salah satu dari lima pemain untuk posisi gelandang tengah,” puji Tuchel.

“Dia pemain yang lebih bertahan dibandingkan Jude. Sangat kuat dalam menguasai bola, memiliki fisik yang bagus, tubuh yang besar, sangat fisikal, dan mampu menjaga penguasaan bola. Sekarang semuanya tergantung padanya, tetapi dia sangat antusias, bahagia, dan bersemangat untuk memberikan kesan terbaik. Itu adalah fondasi terbaik baginya untuk menjalani pemusatan latihan yang baik,” lanjutnya.

Perkembangan Jobe di Dortmund memang menunjukkan grafik yang meningkat tajam.

Pengamat sepak bola Jerman, Constantin Eckner, mencatat bahwa meski sempat tampil canggung di awal kepindahannya dari Sunderland, Jobe terus bekerja keras meningkatkan massa otot dan kecepatan mengambil keputusan.

Transformasi fisik dan taktis tersebut kini menjadikannya salah satu pilar penting di Dortmund dan mengantarkannya menembus skuad senior Three Lions.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *