Dorong Transformasi Media Arts Malang Usai Raih Predikat Kota Kreatif UNESCO

UB Siap Jadi Motor Inovasi Kreatif Kota Malang

 

Dekan FIB Hamamah, S.Pd., M.Pd., Ph.D, lalu 1. Prof. Dr. Yong (Hardy) Xiang dan WR IV Bidang Kerjasama dan Internasionalisasi 2. Prof. Andi Kurniawan S.Pi., M.Eng. D.Sc. pada Saat Pertemuan dengan Peking University Februari Lalu

Kota Malang, Bhirawa 

Universitas Brawijaya (UB) menyatakan komitmennya memperkuat ekosistem Media Arts di Kota Malang melalui riset akademik, kolaborasi internasional, dan pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas penetapan Malang sebagai UNESCO Creative City of Media Arts.

Rektor UB, Prof. Widodo, menegaskan bahwa pengakuan UNESCO adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen Kota Malang.

UB akan berperan sebagai pusat pengetahuan dan inovasi yang menjembatani seni, teknologi, dan masyarakat.

UB telah menjalin kerja sama dengan Pemkot Malang dan institusi global seperti National University of Singapore (NUS) dalam proyek digitalisasi warisan budaya.

Kawasan Kayutangan dan komoditas kopi Malang diolah dalam format digital sebagai bahan eksplorasi kreatif generasi muda.

“Media arts bukan sekadar estetika, tapi cara baru memahami sejarah melalui teknologi,” ujar Prof. Widodo.

Disampaikan dia AI Center UB, yang diresmikan Januari 2025, menjadi pusat riset interdisipliner untuk mendukung industri kreatif.

Fasilitas ini dilengkapi superkomputer dan sistem komputasi canggih untuk pengembangan animasi berbasis AI, generative media, dan pengolahan data budaya digital.

UB turut berperan dalam proses penetapan UNESCO melalui kemitraan dengan Peking University dan Prof. Dr. Yong (Hardy) Xiang, pemegang UNESCO Chair on Creativity and Sustainable Development. Reference letter dari PKU menjadi penguat proposal Malang sebagai kota Media Arts.

“Dukungan akademik internasional menunjukkan bahwa ekosistem kreatif Malang telah menarik perhatian dunia,” kata Widodo.

UB memiliki berbagai program studi dan fasilitas pendukung antara lain Fakultas Ilmu Budaya,Program Studi Seni Rupa Murni, Fakultas Ilmu Komputer Laboratorium Multimedia, dan Fakultas Vokasi Departemen Industri Kreatif dan Digital.

Selain itu UB memiliki lebih dari 400 mitra internasional. Salah satu inisiatif terbaru adalah pembentukan International Workstation in Creativity and Rural Development bersama Peking University, yang akan diresmikan akhir November.

Widodo menegaskan bahwa penetapan UNESCO hanyalah awal. Konsistensi kolaborasi antara pemerintah, kampus, komunitas, dan industri kreatif menjadi kunci agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas.

Sementara itu, sekretaris Direktorat Kerjasama UB, P.M. Erza Killian, menambahkan bahwa peran akademisi UB, khususnya dari Fakultas Ilmu Budaya, menjadi motor utama dalam pencapaian status UNESCO.mut

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *