Pelatihan intensif pengoperasian dan perawatan modul Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTPH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Wringin oongo
Kota Malang, Bhirawa
Politeknik Negeri Malang (Polinema) bersama Pemerintah Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, memperkuat langkah pengembangan eduwisata energi terbarukan melalui pelatihan intensif pengoperasian dan perawatan modul Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTPH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Kegiatan berlangsung pada 15–16 November 2025 di Balai Desa Wringinsongo dan kawasan Pemandian Sumberingin.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Kemendiktisaintek Tahun 2025, yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Program dipimpin oleh Ferdian Ronilaya bersama tim yang terdiri dari Asfari Hariz Santoso, Tiara Estu Amanda, serta dosen dan mahasiswa dari Program Studi Sarjana Terapan Sistem Kelistrikan dan Usaha Perjalanan Wisata Polinema.
Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan pengelola Pemandian Sumberingin sebagai destinasi eduwisata energi terbarukan.
Para peserta pelatihan tidak hanya diajarkan memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelajar, tetapi juga dibekali keterampilan teknis terkait perawatan peralatan agar desa mampu mengelola fasilitas secara mandiri dan berkelanjutan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat peran Pemandian Sumberingin sebagai pusat eduwisata energi terbarukan. Kami ingin pengelola mampu memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus merawat peralatan secara mandiri. Dengan begitu, desa tidak hanya memiliki fasilitas, tetapi juga kapasitas,” ujar Ferdian Ronilaya.
Kepala Desa Wringinsongo, Heri Firmasyah, S.E., menyampaikan apresiasi tinggi kepada Polinema atas kontribusi nyata dalam pembangunan desa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polinema. Selama empat tahun terakhir, Polinema secara masif telah melakukan berbagai upaya pengembangan desa, baik melalui hibah peralatan maupun pelatihan-pelatihan. Dampaknya sangat terasa bagi kemajuan Wringinsongo,” ujarnya.
Untuk mendukung pelaksanaan eduwisata energi terbarukan, tim pengabdian memberikan berbagai fasilitas ke Pemandian Sumberingin, antara lain, Gazebo literasi lengkap dengan whiteboard, Modul peraga PLTPH 500 Watt
Modul trainer kit PLTS berisi panel surya 100 Wp, solar charge controller, inverter, dan baterai
Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata serta memperkuat fungsi Pemandian Sumberingin sebagai pusat pembelajaran energi terbarukan bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pengelola wisata, Wringinsongo diproyeksikan menjadi contoh desa eduwisata energi terbarukan di Kabupaten Malang.
Sinergi lintas pihak ini dinilai menjadi kunci keberlanjutan program serta pendorong kemandirian desa di masa mendatang.mut





