Prof. Dr. Sukarmi, S.H., M.Hum., bersama Prof Dr. Yusuf Hendrawan di FTAB
Kota Malang, Bhirawa
Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) kembali mencatatkan inovasi di bidang pengelolaan lingkungan dengan meluncurkan fasilitas pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) berskala fakultas. Fasilitas ini menjadi yang pertama dan hingga kini satu-satunya di lingkungan Universitas Brawijaya.
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi tonggak penting bagi FTAB UB dalam memperkuat komitmen sebagai Fakultas Zero Waste yang mengedepankan pengelolaan lingkungan berkelanjutan sekaligus menjamin keselamatan sivitas akademika.
Selama ini limbah B3 yang dihasilkan laboratorium, seperti sisa bahan kimia, pelarut, dan reagen, memerlukan penanganan khusus agar tidak mencemari tanah, air, maupun udara. Melalui fasilitas baru tersebut, FTAB UB menerapkan sistem pengolahan internal yang terdiri atas tiga tahapan, yakni segregasi, netralisasi, dan pengurangan volume limbah sebelum diserahkan kepada pihak pengelola berizin.
Dalam penilaian lapangan terkait implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), Jumat (3/7),Guru Besar Universitas Brawijaya sekaligus asesor, Prof. Dr. Sukarmi, S.H., M.Hum., mengapresiasi langkah FTAB UB.
“Ini merupakan praktik baik yang patut ditiru oleh fakultas lain. Kampus tidak hanya mencetak ilmuwan, tetapi juga harus menjadi teladan dalam pengelolaan lingkungan yang aman dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, S.T.P., M.App.Life.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari implementasi agenda SDGs, khususnya mendukung SDGs 3 tentang Good Health and Well-being, SDGs 6 tentang Clean Water and Sanitation, serta SDGs 12 mengenai Responsible Consumption and Production.
“Zero Waste bukan sekadar slogan. Kami memulainya dari hulu dengan memisahkan, mengolah, dan mengurangi limbah B3 langsung dari sumbernya sehingga dampak terhadap lingkungan dapat diminimalkan,” tegasnya.
Sebagai bagian dari konsep Smart Green Campus, seluruh proses pengolahan limbah dipantau secara digital. Setiap laboratorium diwajibkan mencatat jenis, volume, serta waktu pembuangan limbah B3 melalui sistem dashboard yang terintegrasi. Selain itu, FTAB UB juga secara rutin menyelenggarakan pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta praktik laboratorium hijau bagi mahasiswa maupun tenaga kependidikan.
Prof. Yusuf menambahkan, pengembangan fasilitas ini menjadi bukti bahwa kemajuan riset harus berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
“Komitmen kami jelas, riset boleh terus berkembang, tetapi lingkungan harus tetap aman. Melalui fasilitas ini, FTAB UB ingin membuktikan bahwa fakultas teknologi juga dapat menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab secara ekologis,” pungkasnya.mut





