Kota Batu,Bhirawa – Wali Kota Batu Nurochman mengapresiasi Turnamen Catur Antar Wartawan dan Instansi Kota Batu bertajuk Catur Bahagia yang digagas oleh Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Malang Raya di Taman Rekreasi Selecta, Bumiaji, pada Kamis (6/8/).
Nurochman menegaskan bahwa ajang ini memiliki makna yang jauh lebih luas dari sekadar kompetisi olahraga, peria yang akrab disapa Cak Nur ini menyampaikan bahwa turnamen tersebut menjadi wadah strategis dalam membina karakter sekaligus mempererat kolaborasi antarlembaga di Kota Batu.
”Ajang ini bukan sekadar turnamen, melainkan wadah pembentukan karakter, penyemaian bibit unggul secara berkelanjutan, serta ruang terbangunnya silaturahmi, komunikasi, dan kepercayaan antarlembaga yang menjadi modal penting dalam membangun daerah,” ujar Nurochman.
Secara khusus Nurochman memaparkan filosofi catur yang dinilainya sangat relevan dengan pembangunan karakter kepemimpinan maupun dunia pers. Menurutnya, kemenangan dalam catur tidak ditentukan oleh siapa yang bergerak paling cepat, melainkan oleh siapa yang mampu berpikir jernih sebelum mengambil keputusan.
Ia menggambarkan bidak pion sebagai simbol bahwa siapa pun berkesempatan menjadi sosok yang kuat jika mau berjuang menembus batas. Sementara itu, langkah raja yang terbatas menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian dan kecermatan. Nilai-nilai ini dinilainya paralel dengan profesi wartawan yang dituntut kritis, verifikatif, dan objektif.
”Dalam jurnalistik, setiap informasi wajib diverifikasi sebelum dipublikasikan. Seorang wartawan dituntut berpikir kritis, membaca situasi secara utuh, dan menyampaikan fakta berimbang. Nilai-nilai inilah yang kita temukan di atas papan catur: kecermatan, objektivitas, kesabaran, dan tanggung jawab,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa turnamen ini menjadi titik temu dua mitra pembangunan yang saling melengkapi, yaitu pemerintah dan pers yang independen serta konstruktif. Di sisi lain, pemerintah juga dituntut untuk tetap transparan demi menjaga kualitas pelayanan publik.
Lebih lanjut, Nurochman menekankan bahwa semangat kolaborasi lintas sektor—yang melibatkan legislatif pusat, pemerintah daerah, KONI, dan media—sangat selaras dengan visi pembangunan daerah, mBatu SAE (Sedoyo SAE). Membangun Kota Batu tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat sebagaimana berfungsinya setiap bidak di atas papan catur.
Sebagai penutup, ia menyemangati seluruh peserta untuk mengedepankan sportivitas dan menjadikan ajang ini sebagai sarana mempererat tali silaturahmi.
”Menang atau kalah hanyalah hasil pertandingan, tetapi persaudaraan dan kolaborasi adalah kemenangan yang sesungguhnya,” pungkas Nurochman.mut



