Daejeon, Bhirawa – Mantan pelatih Megawati Hangestri Pertiwi di klub Korea Selatan, Red Sparks resmi meninggalkan klub tersebut.
Hal ini terkonfirmasi melalui rilis resmi pihak klub pada Jumat (28/8) siang WIB.
Klub yang berkandang di Daejeon Gymnasium Chungmu ini juga memberi alasan dari keputusan Pelatih Ko Heejin.
Baca Juga: Sistem Baru Three Winning Set Warnai Grand Final Proliga
Pernyataan Red Sparks atas Kepergian Ko Heejin
“Tim baru-baru ini telah menerima pengunduran diri dari Pelatih Ko Hee-jin, yang telah mengambil tanggung jawab atas insiden terbaru, dan secara sukarela mengundurkan diri sebagai pelatih,” tulis Red Sparks pada laman resminya, Jumat (28/8).
“Tim ini sekarang akan melanjutkan dengan penunjukan pelatih baru untuk memastikan para pemain dapat fokus pada pelatihan dan persiapan, dan kami akan bekerja untuk memastikan tim ini segera pulih,” lanjut klub pemilik tiga gelar V League.
“Kami mohon maaf kembali atas kesulitan yang timbul kepada para penggemar kami. Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadi tim yang lebih mendapat kepercayaan melalui manajemen yang lebih bertanggung jawab di masa depan,” tegas mantan klub Megawati Hangestri.
Menurut berita yang beredar di media Korea Selatan, telah terjadi kontroversi yang berasal dari tindakan staf pelatih pria Ko Hee-jin terhadap salah satu pemain Red Sparks.
Kejadian ini berlangsung pada jeda musim saat ada V League All Star 2026 Januari lalu.
Karena Pelatih Ko tidak bereaksi untuk menghentikannya di lokasi kejadian, maka ia menjadi salah satu pihak yang wajib bertanggung jawab atas kontroversi tersebut.
Kejadian itu pun terungkap setelah pengusutan masif dari media Korea dan setelah musim 2025/26 tuntas. Bahkan, setelah pemilihan pemain asing non-Asia berlangsung pada 10 Mei lalu.
Red Sparks dan Ko Hee-jin Jadi Pijakan Awal Karier Mega di Korea
Red Sparks dan Ko Hee-jin adalah pembuka pintu pertama kepada atlet bola voli Indonesia, Megawati Hangestri di Korea Selatan.
Melalui wawancara Ko Hee-jin di SBS Sports bersama Chang So-yun yang kala itu menjadi pemandu acara voli SBS, terungkap bahwa keputusan memilih Mega sebagai opposite hitter dari kuota Asia mendapat kesangsian dari banyak pihak.
Sebab, dalam beberapa tahun liga voli Korea bergulir, OP dari pemain asing non-Asia sudah terbukti lebih menjanjikan.
Apalagi, pemain Asia cenderung identik dengan posisi outside hitter yang perannya lebih bertahan.
Namun, Ko Hee-jin saat itu menegaskan posisi Mega adalah opposite dan Giovanna Milana Day adalah outside hitter.
Keputusan anomali—karena tim lain memilih pemain asing non-Asia sebagai opposite—itu kemudian membawa Red Sparks kembali mencicipi babak play-off kejuaraan.
Terakhir kali mereka tampil di babak play-off kejuaraan V League adalah musim 2016/17.
Duet Mega dan Gia selama fase reguler menghasilkan 1.426 poin yang menjadikan mereka tertajam di antara kombinasi pemain asing tim lain.
Kerja sama Mega dengan Red Sparks kemudian berlanjut ke musim 2024/25 yang menghasilkan final pertama Red Sparks setelah 2011/12.
Mega yang berganti tandem dengan Vanja Bukilic tampil lebih ganas dengan mencetak 802 poin.
Kombinasinya dengan Bukilic selama musim reguler pun menghasilkan total 1.440 poin.
Bahkan, torehan poin tersebut hasil dari bermain bersama hanya dalam lima putaran fase reguler. Sedangkan, sejak Bukilic cedera, Ko Hee-jin memilih menyimpan Mega pada putaran terakhir agar terhindar dari cedera sebelum play-off.
Baca Juga: Hasil Drawing Como di Liga Champions: Hadapi 3 Klub Raksasa
Dari Identik dengan Red Sparks, Mega Kini Bersama Tim Baru
Setelah dua musim bersama Red Sparks, Mega sempat absen semusim penuh pada 2025/26.
Selain karena sempat mengalami cedera lutut pada fase grand final di akhir musim bersama Red Sparks, ia juga memilih bermain di Proliga 2026.
Namun setelah juara bersama Jakarta Pertamina Enduro, Mega menerima pinangan Suwon Hyundai Hillstate untuk kembali ke panggung V League Korea.
Ia pun mendapat posisi serupa, yakni opposite dan bakal bertandem dengan Jordan Wilson sebagai outside hitter.
Bersama tim baru, Mega yang akan memakai nomor 88 telah mendapat sambutan hangat dari Pelatih Kang Sung-hyung dan rekan setimnya.
Saat menerima wawancara dari agen Mega di Korea, Pelatih Kang juga yakin bahwa permainan Mega bersama setter Kim Da-in akan lebih baik.
Jadwal V League Korea 2026/27
Setelah KOVO Cup 2026 yang berlangsung pada 11–18 Oktober, V League Korea akan bergulir pada 31 Oktober 2026 hingga 2 April 2027 untuk musim reguler.
Selanjutnya akan ada babak play-off dan final kejuaraan akhir musim seperti edisi-edisi sebelumnya.
Hyundai Hillstate merupakan juara tiga kali V League dengan yang terakhir pada 2023/24.
Musim lalu (2025/26), mencapai babak play-off usai finis kedua di fase reguler.
Patut dinantikan apakah bersama Mega dan Wilson, Hyundai mampu mencapai hasil yang lebih baik dari musim lalu.(DS)






