Kota Malang, Bhirawa –Upaya mengenalkan sejarah lokal sejak dini terus digencarkan Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Lewat program tahunan Museum Keliling, Disdikbud Kota Malang menyambangi SDN Karangbesuki 4 guna mengenalkan keberadaan Situs Karangbesuki dan Candi Badut kepada para siswa, Kamis (3/9).
Berbeda dari pelaksanaan di sekolah lain, materi yang disajikan kali ini dikemas lebih spesifik dan kontekstual. Hal ini disesuaikan dengan letak geografis sekolah yang berada di dekat kawasan peninggalan bersejarah tersebut.
Penanggung Jawab Museum Keliling Disdikbud Kota Malang, Rakai Hino Galeswangi atau yang akrab disapa Sam Raka, menjelaskan bahwa siswa diajak memahami bahwa lingkungan tempat mereka belajar memiliki warisan budaya bernilai tinggi.
“Hari ini kita khususkan karena wilayahnya dekat dengan Candi Badut dan Situs Karangbesuki. Kita arahkan adik-adik untuk mengetahui bahwa di wilayahnya ada Candi Badut yang merupakan candi tertua di Jawa bagian timur dan berskala nasional,” terang Sam Raka.
Ia menegaskan, pengenalan sejarah lokal dari bangku sekolah sangat krusial untuk menumbuhkan rasa bangga sekaligus kepedulian generasi muda terhadap kelestarian cagar budaya di sekitarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Malang, Juli Handayani, mengungkapkan bahwa program Museum Keliling menjadi solusi efektif untuk mendekatkan museum kepada para pelajar yang belum sempat berkunjung langsung.
Juli menyebutkan, Pemkot Malang saat ini mengelola dua museum utama, yakni Museum Mpu Purwa di kawasan Perumahan Griya Shanta (belakang RSUB) dan Museum Pendidikan di Jalan Raya Tlogowaru.
“Masih banyak siswa yang belum pernah berkunjung ke museum. Makanya melalui program Museum Keliling ini, kami yang datang langsung ke sekolah-sekolah untuk mengenalkan fungsi museum serta keberadaan cagar budaya di Kota Malang,” pungkas Juli.mut






