Desa Penunggul Masuk Penilaian Kampung Pancasila Pasuruan, Pemuda Unjuk Karya Video Sinematik

Pasuruan, Bhirawa— Desa Penunggul, Kecamatan Nguling, resmi mengikuti tahap penilaian Lomba Kampung Pancasila tingkat Kabupaten Pasuruan. Dalam penilaian tersebut, pemuda Karang Taruna setempat turut memamerkan kreativitas lewat karya video sinematik yang mengabadikan penerapan nilai-nilai Pancasila di kehidupan warga sehari-hari.

​Sesi penilaian yang berlangsung pada Rabu  9/9 ini dihadiri jajaran Pemerintah Kecamatan Nguling, Pemerintah Desa Penunggul, unsur TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Karang Taruna.

​Kepala Desa Penunggul, Irwandi Eko Subagyo, mengungkapkan bahwa desanya memiliki karakteristik geografis dan sosial yang unik. Berada di kawasan timur Sungai Laweyan, Desa Penunggul menjadi salah satu wilayah perbatasan antara Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo.

​“Desa Penunggul ini unik karena memiliki dua geografis. Salah satunya berada di timur Sungai Laweyan yang berbatasan dengan Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo. Mudah-mudahan apa yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat memberikan kebaikan dan kesejahteraan,” ujar Irwandi.

​Camat Nguling, Mulyohadi, SH, MM, menambahkan bahwa Desa Penunggul memiliki modal sosial yang kuat dalam menjaga persatuan. Keberagaman warga tak menjadi penghalang, melainkan sumber kekuatan untuk bergotong royong.

​“Di wilayah Penunggul ini keberagaman, persatuan, dan kesatuan memang sudah berjalan. Kegiatan yang mencerminkan nilai Pancasila juga sudah biasa dilakukan,” tegas Mulyohadi.

Mendorong Penguatan Nilai dan Inovasi Pemuda

​Ketua Tim Juri sekaligus Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pasuruan, Nurul Huda, menjelaskan bahwa Lomba Kampung Pancasila bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ikhtiar merawat nilai dasar negara dalam kehidupan sehari-hari.

​Pada gelaran tahun ini, mekanisme lomba mengalami pembaruan. Tim juri akan menentukan lima desa yang masuk nominasi akhir untuk memperebutkan gelar juara dengan alokasi hadiah yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya.

​Semangat pelaksanaan lomba di Desa Penunggul makin berwarna berkat keterlibatan aktif generasi muda. Anggota Karang Taruna Segantara, Angga, menceritakan proses kreatif pembuatan video sinematik yang mereka garap untuk mendukung penilaian.

​“Kami mencari referensi di YouTube, kemudian memilih konsep yang sinematik. Setelah membuat draft dan script, kami cocokkan dengan narasi dari masing-masing sila,” terang Angga.

​Proses pengambilan gambar berlangsung selama satu hari dan dilanjutkan tahap penyuntingan selama dua hari. Visualisasi video merangkum seluruh elemen Pancasila: Sila ke-1: Aktivitas keagamaan dan toleransi warga. Sila ke-2 hingga ke-5: Kegiatan sosial, kebersamaan, gotong royong, dan musyawarah.

​Penilaian di Desa Penunggul juga melibatkan Ketua FPK Kabupaten Pasuruan Gus Ahmad Bayhaqi Kadmi, serta perwakilan unsur TNI Polri.

Melalui ajang ini, Desa Penunggul mengukuhkan komitmennya untuk merawat harmoni masyarakat di wilayah pperbatasan.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *