Malang, Bhirawa — Berawal dari frekuensi siaran yang terbatas, Komunitas Majelis Taklim Madaniah dan Persaudaraan Pendengar Madina FM kini menjelma menjadi wadah silaturahmi yang solid. Tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, komunitas ini juga giat menggelar berbagai program edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Wadah komunitas ini berakar dari stasiun radio milik Masjid Agung Jami’ Kota Malang. Pada masa-masa awal berdiri, siaran radio tersebut hanya diisi dengan program pengajian rutin yang mengudara pada waktu terbatas, yaitu seusai salat Subuh dan Maghrib.
Seiring berjalannya waktu, pengelola mulai mengembangkan inovasi konten dengan menghadirkan beragam acara interaktif—mulai dari pemutaran lagu-lagu religi, acara talkshow, hingga kuis interaktif layaknya radio komersial. Langkah kreatif ini terbukti ampuh menarik perhatian dan mengikat banyak pendengar setia.
Hj.Rahmania Mahmudi, menyampaikan Melihat antusiasme masyarakat yang kian meluas, sebagai penanggun jawab program Radio Madina FM pihaknya mengambil inisiatif untuk menghimpun para pendengar dalam satu wadah tatap muka.
“Awalnya berkumpul di masjid diisi dengan selawatan. Kemudian anggota mengusulkan adanya anjangsana dari rumah ke rumah. Dari situ Persaudaraan Madina berkembang hingga terbentuk juga Majelis Taklim Madaniah,”ujar Rahmania.
Dua Organisasi yang Saling Memperkuat
Saat ini, terdapat dua struktur yang saling menguatkan, yakni Majelis Taklim Madaniah dan Komunitas Persaudaraan Pendengar Madina Radio.
Dari sekitar 200 lebih anggota yang terhubung di grup jejaring sosial, pertemuan rutin berkala dihadiri 50 hingga 75 orang. Jumlah tersebut bahkan bisa melonjak hingga 200 orang saat momen besar keagamaan, seperti peringatan Maulid Nabi maupun acara halalbihalal.
Dari Pengajian Rutin hingga Safari Religi
Berbagai agenda rutin terus digulirkan secara konsisten:
Pengajian Internal: Dilaksanakan dua kali dalam sebulan.
Sinergi Eksternal: Berkolaborasi dengan Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM) DMI Kota Malang untuk sosialisasi parenting, pembinaan keluarga sakinah, hingga pelatihan keterampilan (skill).
Kegiatan Outdoor & Safari Religi: Menggelar wisata edukasi pengolahan salak dan kopi di wilayah Dampit, ziarah ke makam para wali, serta silaturahmi (sowan) kepada para kiai.
Dalam pertemuan rutin terbaru yang digelar di kediaman salah satu anggota, Bu Endang, suasana keakraban begitu terasa. Agenda diisi dengan pembacaan selawat untuk memperingati Maulid Nabi, penyampaian mauidhatul hasanah (kultum), serta doa bersama untuk kesehatan dan keberkahan tuan rumah.
Transformasi dari sekadar pendengar di udara menjadi gerakan sosial keagamaan ini membuktikan bahwa media siaran masjid mampu menjadi sarana efektif dalam merekatkan ukhuwah Islamiyah di Kota Malang.mut






