Cempaka Cookies, produk UMKM lokal yang tetap eksis, tanpa pengawet siap menemani dalam menyambut tamu lebaran
Kota Malang, Bhirawa
Memasuki momentum menjelang bulan suci Ramadan, geliat industri rumahan kue kering di Kota Malang mulai menunjukkan tren positif. Salah satu yang menjadi primadona adalah Cempaka Cookies, produk UMKM lokal yang tetap eksis mempertahankan cita rasa tradisional di tengah gempuran produk pabrikan modern.
Usaha yang dikelola pasangan suami istri, Djoko Winahyu dan Endang S ini, mulai diserbu pelanggan. Sejak dirintis pada tahun 2008, usaha yang berlokasi di Kota Malang ini konsisten menggunakan resep turun-temurun untuk menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen.
Owner Cempaka Cookies, Endang S mengungkapkan, meski persaingan bisnis kue kering cukup ketat, dirinya tetap optimis karena memiliki pangsa pasar yang loyal. Kunci utamanya terletak pada penggunaan bahan baku pilihan dan teknik pengolahan manual tanpa bahan pengawet.
”Kunci kelezatan kami ada pada resep nenek yang tetap dipertahankan. Bahan yang kami gunakan sangat selektif dan tanpa pengawet, namun tetap mampu bertahan lama hingga momen Lebaran tiba,” ujar Endang saat ditemui, Rabu (25/2).
Cempaka Cookies menawarkan beragam varian klasik yang menjadi menu wajib saat Idulfitri, mulai dari, Kastengel dan NastarPutri Salju dan Kue Kacang, Lidah Kucing, Palm Cheese, hingga Choco Chip.
Mengenai harga, Endang mematok angka yang cukup ramah di kantong, yakni berkisar antara Rp35 ribu hingga Rp60 ribu per toples ukuran 500 ml. Harga yang kompetitif ini membuat produknya mampu bersaing dengan toko modern maupun supermarket.
Keunikan rasa Cempaka Cookies rupanya tidak hanya memikat masyarakat umum. Tercatat, sejumlah instansi pemerintah, kalangan pejabat, hingga rumah sakit di Malang Raya menjadi pelanggan tetap (corporate buyer) untuk kebutuhan hampers Lebaran.
Lonjakan permintaan yang signifikan setiap Ramadan diakui mampu menghasilkan omzet hingga puluhan juta rupiah. Walau permintaan membludak, Endang memilih tetap mempertahankan proses produksi rumahan demi menjaga tekstur dan kualitas rasa yang autentik.
”Kami ingin memastikan setiap toples yang sampai ke tangan pelanggan memiliki rasa yang sama seperti saat pertama kali kami memulai usaha ini,” pungkasnya.mut





