Humas UMM sukses memborong dua penghargaan sekaligus.
Kota Malang, Bhirawa
Tim Humas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berbahagia di penghujung tahun 2025. Konsistensi dalam mengemas informasi pendidikan yang edukatif namun tetap kekinian, membawa Kampus Putih kembali berjaya di panggung nasional.
Dalam gelaran bergengsi Anugerah Diktisaintek 2025 yang dihelat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Jumat (19/12) kemarin, Humas UMM sukses memborong dua penghargaan sekaligus.
Raihan tersebut meliputi Silver Medal untuk kategori Pengelolaan Laman dan Bronze Medal untuk kategori Pengelolaan Media Sosial.
Kepala Humas UMM, Maharina Novia Zahro, M.Ikom., mengungkapkan bahwa pencapaian ini bukan sekadar soal trofi, melainkan bentuk pengakuan negara atas kerja keras tim dalam menjembatani dunia akademik dengan masyarakat luas.
Menurutnya, setiap tahun Humas UMM selalu berupaya menjaga standar kualitas informasi agar tetap relevan.
Mempertahankan dua penghargaan sekaligus di tengah persaingan yang ketat menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar UMM, sekaligus membuktikan bahwa strategi komunikasi yang dijalankan berada di jalur yang benar.
Di era digital yang bergerak cepat, Maharina menyadari bahwa strategi komunikasi tidak boleh kaku.
Audiens saat ini, terutama dari kalangan Gen Z, membutuhkan asupan informasi yang ringan namun tetap memiliki substansi yang kuat.
Oleh karena itu, Humas UMM terus bereksperimen dengan konten-konten yang relevan dengan tren anak muda melalui platform seperti Instagram dan TikTok, tanpa meninggalkan rilis berita bernuansa ilmiah yang menarik dan berdampak.
Keberhasilan ini juga tak lepas dari peran humas dalam menyuarakan program-program strategis universitas, salah satunya melalui Direktorat Saintek UMM.
Wadah ini menjadi katalisator bagi berbagai inovasi dan penelitian yang telah dihilirisasi ke tengah masyarakat.
Salah satu aksi nyata yang masif dipublikasikan adalah program Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M) yang terjun langsung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem.
Melalui narasi yang humanis dan informatif, Humas UMM berupaya menunjukkan bahwa inovasi kampus tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
Prestasi di penghujung tahun ini pun menjadi motivasi tambahan bagi tim untuk terus meningkatkan kualitas informasi.
Bagi Maharina dan tim, tugas humas adalah menyebarkan informasi baik yang membangun negeri, sehingga kehadiran institusi pendidikan tinggi semakin berdampak nyata bagi Indonesia.mut





