Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Kabupaten Malang, Dwi Anggraini, saat berada di SMAN 1 Turen
Kabupaten Malang, Bhirawa
Pendidikan bukan sekadar mengejar capaian akademik semata, namun juga tentang bagaimana membentuk kepribadian dan perilaku siswa. Menyadari hal tersebut, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kabupaten Malang resmi meluncurkan program pengimbasan “7 Jurus BK Hebat” di SMAN 1 Turen, Selasa (24/2).
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Kabupaten Malang, Dwi Anggraini, ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran guru sebagai pembimbing karakter sekaligus pendamping perkembangan siswa secara menyeluruh.
Dalam sambutannya, Dwi Anggraini menegaskan bahwa guru dituntut hadir tidak hanya di ranah kognitif, tetapi juga menyentuh aspek emosional siswa. Salah satu terobosan dalam program ini adalah diperkenalkannya konsep “Guru Wali”.
”Melalui konsep ini, guru akan mendampingi sejumlah siswa secara berkelanjutan sejak kelas X hingga XII. Dengan pola pendampingan jangka panjang, guru diharapkan mampu memahami perkembangan siswa secara lebih mendalam, dari hati ke hati,” ujar Dwi Anggraini.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Turen, Agus Harianto MPd, menjelaskan bahwa “7 Jurus BK Hebat” merupakan inisiatif nasional yang kini didiseminasikan ke tingkat satuan pendidikan. Ia menekankan bahwa tanggung jawab bimbingan konseling kini tidak lagi hanya bertumpu pada pundak guru BK.
”Seluruh guru mata pelajaran harus memiliki perspektif yang sama. Mereka harus mampu menjadi pembimbing, memahami psikologi anak, dan membantu menyelesaikan persoalan siswa di kelas. Jadi, bukan hanya tugas guru BK saja,” tegas Agus.
Program ini melibatkan para fasilitator daerah yang telah menempuh pelatihan khusus untuk menyebarluaskan materi. Adapun tujuh pendekatan utama yang ditekankan meliputi: mengenali potensi, mengelola emosi, menumbuhkan resiliensi (ketangguhan), menjaga konsistensi, membangun koneksi, mengembangkan kolaborasi, hingga strategi menata situasi saat menghadapi konflik siswa.
Tak hanya soal bimbingan konseling, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan peresmian Unit Aktivitas Siswa, peluncuran berbagai inovasi sekolah, serta launching buku karya Kepala SMAN 1 Turen berjudul “Jejak-Jejak yang Terpatri”.
Waka Humas SMAN 1 Turen, Damiran, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah gerakan bersama untuk menciptakan ekosistem sekolah yang lebih peduli. “Kami ingin membangun budaya sekolah yang positif. Output-nya, siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat sebagai bekal masa depan mereka,” pungkasnya.
Hadir pula dalam acara tersebut pengawas pembina sekolah yang turut mewanti-wanti pentingnya pendidikan karakter di atas segalanya, mengingat keberhasilan pendidikan sejati tercermin dari sikap dan tata perilaku siswa di masyarakat. [geh.ads]





