Perkuat Literasi Global, UM-GNU Resmikan Pusat Bahasa Mandarin “Du Xiu Shu Fang

Lounching Pusat bahasa dan literasi Mandarin bertajuk Du Xiu Shu Fang UM

Kota Malang, Bhirawa

Universitas Negeri Malang (UM) terus memperkokoh posisinya di kancah internasional. Melalui Kantor Urusan Internasional (KUI), UM resmi meluncurkan pusat bahasa dan literasi Mandarin bertajuk Du Xiu Shu Fang. Fasilitas ini merupakan buah kerja sama strategis dengan Guangxi Normal University (GNU), China, yang telah terjalin erat sejak tahun 2011.

​Direktur KUI UM, Sari Karmina S.Pd M.Pd Ph.D, mengungkapkan bahwa kehadiran pusat bahasa ini sangat istimewa. Pasalnya, UM terpilih menjadi satu dari sedikit lokasi di luar negeri yang dipercaya mengelola unit Du Xiu Shu Fang.

​”Di China sendiri ada sekitar 20 hingga 21 lokasi, sementara untuk luar negeri hanya ada tiga, yakni di Hanoi (Vietnam), Songkla (Thailand), dan kini hadir di UM Indonesia,” ujar Sari Karmina.

​Kehadiran pusat ini bukan sekadar ruang belajar, melainkan bagian dari jaringan kerja sama lintas negara yang melibatkan aspek ekonomi, budaya, hingga industri. Untuk mendukung operasionalnya, GNU menyumbangkan sedikitnya 800 judul buku dengan total 1.500 eksemplar, lengkap dengan dukungan sarana prasarana yang representatif.

​Rektor UM juga merencanakan langkah taktis dengan mengundang Konsul Jenderal China serta para alumni yang telah sukses di dunia industri. Tujuannya, agar pusat bahasa ini menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk memasuki jejaring profesional internasional.

​”Kami ingin pusat ini menjadi dinamis. Rencananya akan ada kegiatan rutin minimal dua kali sebulan, mulai dari bedah buku, kuliah tamu (lecture), hingga kegiatan budaya yang menyasar anak-anak hingga mahasiswa umum,” tambahnya.

​Memasuki tahun ke-14 kerja sama, sinergi UM dan GNU telah membuahkan banyak manfaat nyata bagi civitas akademika. GNU secara konsisten memberikan berbagai skema beasiswa, di antaranya:

• ​Summer Camp: Program singkat di Tiongkok dengan dukungan penuh (kecuali tiket pesawat dan visa).

• ​Beasiswa Gelar: Peluang studi lanjut penuh untuk jenjang S1, S2, hingga S3 di China.

Pengiriman lima guru penutur asli (native speaker) langsung dari Tiongkok untuk memastikan kualitas pembelajaran.

​Terkait aksesibilitas, pihak kampus saat ini tengah mengkaji apakah fasilitas perpustakaan Du Xiu Shu Fang akan dibuka untuk masyarakat umum atau terbatas bagi internal mahasiswa UM. Namun yang pasti, keberadaan pusat ini diharapkan menjadi motor penggerak literasi Mandarin dan mempererat hubungan diplomatik serta budaya antara Indonesia dan China. mut

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *