Resmikan Gedung Unit Aktivitas Siswa, Kacabdin Pujia Kreatifitas Siswa SMAN 1 Turen

Kacabdin Wilayah Kabupaten Malang, Dwi Anggraini, foto bersama pengurus OSIS SMAN 1 Turen 

Kab Malang, Bhirawa

Upaya mempercepat pembentukan karakter dan kemandirian siswa terus digalakkan di lingkungan pendidikan Kabupaten Malang. Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Kabupaten Malang, Dwi Anggraini, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan SMAN 1 Turen yang menyediakan fasilitas khusus bagi organisasi siswa.

​Saat meninjau langsung operasional gedung tersebut, Dwi Anggraini menilai bahwa penyediaan ruang kolaborasi merupakan langkah strategis dalam mencetak calon pemimpin.

​”Karakter anak-anak di sini sudah mulai terbentuk. Dengan adanya ruang kolaborasi ini, mereka tinggal didorong untuk lebih berani merancang program kerja secara mandiri,” ungkap Dwi saat menghadiri agenda di SMAN 1 Turen, Selasa (24/2).

​Dwi berharap, lokasi antar-ruang organisasi yang kini terpusat dalam satu gedung dapat memicu sinergi yang lebih kuat. Menurutnya, organisasi seperti OSIS, MPK, hingga Pramuka adalah media paling efektif untuk melatih soft skill siswa sebelum terjun ke masyarakat.

​”Jika semua elemen organisasi bisa berkolaborasi di satu area, hasilnya akan luar biasa. Ini adalah investasi penting untuk masa depan mereka,” pungkasnya.

​Sementara itu, Kepala SMAN 1 Turen, Agus Harianto, menjelaskan bahwa peresmian Unit Aktivitas Siswa ini merupakan komitmen sekolah untuk memberikan ruang eksplorasi bagi peserta didik. Peresmian dilakukan bersamaan dengan agenda Pengimbasan 7 Jurus BK Hebat.

​”Anak-anak akan semakin percaya diri dalam menjalankan aktivitasnya. Mereka kini memiliki tempat khusus untuk berdiskusi, bertukar pikiran, dan menelurkan gagasan kreatif sesuai bidang masing-masing,” ujar Agus.

​Agus menambahkan, gedung ini merupakan hasil alih fungsi lahan yang sebelumnya kurang produktif. Area di atas mushola yang awalnya sering mengalami kebocoran diperbaiki secara bertahap hingga menjadi ruangan yang representatif.

​”Kami ingin siswa tidak hanya belajar mengelola program kerja, tetapi juga belajar memimpin diri sendiri. Melalui sarana diskusi yang nyaman ini, produktivitas ekstrakurikuler diharapkan meningkat,” imbuhnya.

​Selain peresmian gedung, kegiatan tersebut juga diwarnai dengan peluncuran berbagai inovasi sekolah serta bedah buku karya literasi siswa yang berjudul “Jejak-Jejak yang Terpatri.” mut

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *