Para siswa ini mengikuti Wisuda Tahfidz Juz 29 dan Juz 30
Kota Malang, Bhirawa
SMP Negeri 4 Malang mencetak sejarah baru dalam pengembangan karakter religius siswanya. Melalui program kelas peminatan, sekolah yang berlokasi di Jalan Veteran ini sukses menyelenggarakan Wisuda Tahfidz Juz 29 dan 30 angkatan pertama bagi 25 siswanya, Kamis (5/3) kemarin.
Kepala SMPN 4 Malang, Pancayani Dinihari, mengungkapkan rasa haru sekaligus bangganya atas capaian ini. Menurutnya, kelulusan 25 wisudawan ini merupakan buah dari konsistensi merintis program peminatan tahfidz selama empat tahun terakhir.
”Ini adalah momentum penting bagi kami. Meskipun statusnya sekolah negeri dengan jadwal akademik yang padat, anak-anak membuktikan mampu berkomitmen menghafal Al-Qur’an. Perjuangan empat tahun ini akhirnya meluluskan angkatan pertama untuk Juz 29 dan 30,” ujar Pancayani dengan nada optimis.
Ia menjelaskan bahwa ke-25 peserta wisuda tersebut tidak hanya berasal dari kelas khusus tahfidz, melainkan tersebar dari berbagai kelas peminatan lain seperti seni, olahraga, hingga olimpiade. Rinciannya terdiri dari 11 siswa kelas IX, 10 siswa kelas VIII, dan 4 siswa kelas VII.
Dalam prosesnya, sekolah memaksimalkan bimbingan dari guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yakni Ustaz Ma’ruf, Ustaz Hanif, dan Ustaz Toni. Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler TPQ (Baca Tulis Al-Qur’an) diperkuat sebagai penunjang kemampuan literasi siswa.
”Selama ini kami menggunakan metode internal yang dikembangkan para guru agama. Ke depan, kami berencana menggandeng lembaga profesional untuk memperkuat metodologi hafalan agar hasilnya lebih maksimal,” imbuhnya.
Senada, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Fina Mulianastiti, menambahkan bahwa target utama program ini adalah pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di lingkungan sekolah.
”Harapan kami, tidak ada lagi siswa SMPN 4 Malang yang lulus dalam keadaan tidak lancar membaca Al-Qur’an. Sertifikat yang mereka terima hari ini juga telah melalui pengujian dari pihak Kementerian Agama dan disaksikan pengawas Dinas Pendidikan, sehingga bisa menjadi bekal jalur prestasi ke jenjang berikutnya,” jelas Fina.
Sementara itu, Hanif, salah satu guru pembimbing, berharap program ini mampu melahirkan generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan akademik dan akhlakul karimah. Ia menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk mendukung keberlanjutan program ini di tahun-tahun mendatang.mut




