Pasutri Dr. Elisatin Ernawati, S.H., M.Kn., dan Dr. Ahmad Syaifudin, SH., MH, dan anaknya Salma Sari Dewi, S.H.,
Kota Malang, Bhirawa
Pemandangan unik sekaligus menginspirasi mewarnai prosesi Wisuda Periode IX Tahun 2025 Universitas Brawijaya (UB) yang digelar Sabtu (20/12).
Jika biasanya orang tua duduk di kursi undangan menyaksikan putra-putrinya, kali ini satu keluarga dari Fakultas Hukum (FH) justru kompak naik ke podium wisuda secara bersamaan.
Adalah pasangan suami istri (Pasutri) Dr. Elisatin Ernawati, S.H., M.Kn., dan Dr. Ahmad Syaifudin, SH., MH, yang sukses menuntaskan jenjang Doktoral (S3). Kebahagiaan mereka kian lengkap karena sang putri tercinta, Salma Sari Dewi, S.H., juga turut diwisuda di jenjang Sarjana (S1). Fenomena “Family Goals” di bidang akademik ini pun mencuri perhatian ribuan wisudawan lainnya.
Dr. Elisatin memaknai pencapaian ini sebagai puncak dari proses panjang yang menguras energi. Ia menyebut momen tersebut sebagai “kristalisasi” dari perjuangan akademik yang tidak mudah, mengingat ketiganya harus saling berbagi waktu, tenaga, hingga sumber daya demi menyelesaikan studi di waktu yang bersamaan.
“Ketika kami bertiga akhirnya dapat menyelesaikan kuliah dan wisuda bersama, itu adalah momen paling amazing. Sebuah anugerah yang tidak ternilai dari Allah SWT,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur.
Ada sisi humanis yang menyentuh dalam perjalanan mereka. Di saat wisudawan lain didampingi orang tua sebagai pendamping, Elisatin dan suami justru memposisikan diri sebagai support system satu sama lain secara mandiri. Hal ini lantaran orang tua suami telah wafat, sementara orang tua Elisatin tengah terbaring sakit.
“Kondisi ini membuat kami benar-benar saling menguatkan. Momen ini kami abadikan dengan penuh rasa syukur sebagai bukti bahwa peran keluarga sangat kontributif dalam keberhasilan studi,” tuturnya.
Di sisi lain, sebagai alumnus baru jenjang doktoral, Elisatin memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas pembelajaran di FH UB. Menurutnya, FH UB memiliki jajaran ahli hukum yang mumpuni dengan kedisiplinan tinggi. Ia berharap kedepannya kampus terus meningkatkan kegiatan yang mampu mengasah keterampilan praktis (legal skill) mahasiswa.
Menutup refleksinya, ia berpesan agar para orang tua masa kini lebih peduli dan terlibat dalam perjalanan akademik anak. “Mari menjadi orang tua yang lebih aware terhadap masa kuliah anak, karena masa tersebut sangat menentukan pencapaian dan keterampilan mereka dalam menggapai kesuksesan di masa depan,” pungkasnya. mut





