Paris, Bhirawa— Ambisi mengenakan seragam tim Sepak Bola nasional senior kerap menjadi mercusuar bagi pesepak bola yang bertarung jauh dari tanah kelahiran. Hal tersebut dirasakan oleh Adnan Aziz, penyerang kelahiran Djougou, Benin, yang telah mengarungi kompetisi sepak bola Eropa di tiga negara berbeda: Prancis, Republik Ceko, dan Italia.
Mengawali pembinaan sepak bolanya di Benin bersama Tchemabi FC dan Soleil FC, pemain kelahiran 1 Januari 2002 ini memutuskan hijrah ke Eropa demi mengejar karier profesional. Tantangan bahasa, adaptasi taktik, hingga persaingan internal tidak menyurutkan langkahnya untuk mengukir jam terbang.
Tercatat, Aziz sempat menimba pengalaman di Republik Ceko bersama FK Králův Dvůr serta Pro Cittiglio di Italia. Langkah perkembangannya berlanjut ke Prancis saat membela Angers MFC dengan catatan 64 penampilan, disusul 28 laga bersama Olympique Saumur. Petualangannya kemudian bergulir ke kancah sepak bola Italia, membela Licata Calcio di Serie D dan ASD Juvenilia Roseto di kompetisi Promozione dengan torehan 48 penampilan.
Ujian terberat sempat menghadang lajunya saat cedera lutut memaksanya menepi dari lapangan hijau. Masa pemulihan panjang dan program rehabilitasi fisik menjadi fase yang menguji ketahanan mental sang penyerang.
Kini, memasuki usia 24 tahun dengan kondisi kebugaran yang terus dibangun, fokus utama Aziz tertuju pada impian terbesarnya: menembus skuad tim nasional senior Benin yang berjuluk Les Guépards. Sebelumnya, ia sempat mengecap pembinaan timnas kelompok umur Benin U20 serta menorehkan tiga penampilan uji coba bersama timnas U23.
Konsistensi menit bermain dan performa solid di level klub kini menjadi modal utama yang terus diperjuangkan Aziz untuk mewujudkan mimpi membawa nama Benin di kancah sepak bola internasional.mut






