21 Dosen UM menerima Penghargaan dari Rektor Prof. Dr. Hariyono, M.Pd.,
Kota Malang, Bhirawa
Universitas Negeri Malang (UM) kembali menegaskan transformasinya sebagai perguruan tinggi berkelas dunia. Sebanyak 21 dosen dan peneliti terbaik UM sukses menembus daftar World’s Top 5% Scientists 2026 versi SciRank Global. Lembaga pemeringkatan independen ini mengukur produktivitas, kualitas publikasi, dampak ilmiah, hingga pengaruh riset para ilmuwan dunia berbasis data.
Prestasi mentereng ini menjadi indikator kuat melejitnya kualitas riset di UM. Kampus berslogan Excellence in Learning Innovation ini kian kokoh bertransformasi menjadi research university dengan reputasi internasional, tanpa meninggalkan keunggulannya di bidang kependidikan.
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menegaskan bahwa apresiasi kepada para dosen berprestasi ini bukan sekadar bentuk penghargaan individu, melainkan fondasi utama dalam membangun budaya akademik yang kokoh di lingkungan kampus.
”Kami ingin memberikan apresiasi kepada kolega-kolega yang memiliki prestasi di atas rata-rata. Berdasarkan penilaian SciRank, ada 21 dosen UM yang masuk dalam Top 5 Percent Scientists,” ujar Prof. Hariyono, Rabu (1/7/2026).
Rektor berharap capaian ini melahirkan atmosfer akademik yang menular positif kepada dosen lain dan mahasiswa untuk aktif menulis serta mempublikasikan karya ilmiah. “Budaya menulis ini kami harapkan menjadi virus positif yang menular ke seluruh sivitas akademika,” imbuhnya.
Senada, Ketua LPPM UM, Prof. Aji Prasetya Wibawa, Ph.D., menilai pengakuan dunia ini merupakan titik awal untuk terus mendongkrak ekosistem riset melalui kolaborasi internasional, dukungan pendanaan, serta optimalisasi laboratorium unggulan.
Sementara itu, Wakil Rektor III UM, Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si., membeberkan bahwa 50 persen bobot penilaian SciRank bertumpu pada jumlah sitasi karya ilmiah. “Para dosen senior yang masuk daftar ini nantinya akan diberdayakan sebagai mentor bagi peneliti muda UM,” jelasnya.
Siapkan Empat Fakultas Baru Menuju PTN-BH
Tidak hanya unggul di sektor riset global, UM juga tengah bersiap melebarkan sayap kelembagaannya seiring transisi menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH). Saat ini, UM sedang mematangkan usulan pembentukan empat fakultas baru yang telah melalui kajian akademik mendalam.
Empat fakultas baru yang diusulkan meliputi:
• Fakultas Seni dan Industri Kreatif
• Fakultas Teknik Mesin dan Industri
• Fakultas Matematika, Pendidikan Matematika, dan Sains Data (FMPS)
• Fakultas Hukum
Langkah strategis ini diarahkan untuk memperluas mandat keilmuan, menjawab tantangan dunia usaha dan industri (DUDI), serta mendongkrak daya saing lulusan di kancah nasional maupun global.
Perluas Akses Lewat Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)
Di sisi lain, UM terus berkomitmen memperluas akses pendidikan tinggi tanpa sekat geografis. Melalui Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), khususnya jenjang magister (S2), UM menjawab tingginya animo masyarakat luar daerah.
Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd., menjelaskan bahwa PJJ menjadi solusi legal sesuai regulasi pemerintah untuk memfasilitasi mahasiswa yang sudah bekerja atau terkendala jarak.
Saat ini, UM telah mengantongi izin resmi untuk menyelenggarakan empat program magister PJJ, yaitu:
• Magister Pendidikan Bahasa Inggris
• Magister Pendidikan Matematika
• Magister Pendidikan Dasar
• Magister Teknologi Pendidikan
”Untuk memaksimalkan pelayanan, UM juga sedang membentuk Unit Pelaksana Angkatan Pendidikan Jarak Jauh (UP PJJ) di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” pungkas Prof. Ibrahim.
Melalui sinergi riset global, ekspansi fakultas, dan inovasi PJJ, Universitas Negeri Malang optimistis mampu mencetak SDM unggul demi menyongsong Indonesia Emas 2045.mut











