Jombang, Bhirawa – Menjelang gelaran Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Kabupaten Jombang, Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU terus mematangkan berbagai agenda strategis. Salah satu titik fokusnya yakni penyelenggaraan Seminar Nasional dan Bahtsul Masail yang mengikutsertakan lebih dari 80 profesor dan akademisi dari Asosiasi Profesor Muslimat NU (APMNU) di SMKN 1 Jombang, Jumat (28/8).
Sekretaris APMNU, Prof. Sururin, menegaskan bahwa partisipasi puluhan guru besar ini merupakan bentuk kontribusi intelektual sekaligus sarana untuk menyemarakkan serta menyukseskan perhelatan akbar lima tahunan NU tersebut.
“Kalau bahasa pesantrennya, kita ini ngalab berkah. Kami ingin berkontribusi aktif memperkuat peradaban melalui pemikiran akademis sekaligus menyukseskan Muktamar NU ke-35,” ungkap Prof. Sururin.
APMNU yang pertama kali digagas pada Rakernas NU 2025 di Samarinda dan dikukuhkan pada Januari 2026 di Surabaya kini mengalami pertumbuhan keanggotaan yang signifikan. Dari yang semula dihuni 70 guru besar, saat ini telah terdata sebanyak 207 profesor dari bermacam disiplin ilmu. Potensi SDM ini mencakup para rektor, mantan rektor, hingga pimpinan perguruan tinggi di Indonesia.
Untuk rangkaian agenda di Jombang, tercatat sedikitnya 82 akademisi papan atas mengonfirmasi kehadiran. Di antaranya mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Amany Lubis serta Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Ilfi Nur Diana.
Selain meluncurkan website direktori serta mendiskusikan penyusunan buku bunga rampai pemikiran akademisi setebal 500 halaman, agenda utama APMNU di Jombang diarahkan pada Bahtsul Masail yang secara khusus membedah isu perlindungan perempuan dan anak.
Prof. Sururin menjelaskan, metode pemikiran yang digunakan tidak hanya berlandaskan fikih tekstual, melainkan juga dipadukan dengan pendekatan multidisipliner guna merespons dinamika sosial terkini.
“Fokus kami adalah formulasi perlindungan anak dari tindakan kekerasan guna mencetak generasi yang cerdas dan bermartabat. Tahapannya digarap secara sistematis mulai dari kajian deskriptif, analisis multidisiplin, argumentasi hukum, hingga perumusan keputusan (tashih),” terangnya.
Rangkaian acara diawali dengan launching website resmi dan buku APMNU pada Kamis (27/8), dilanjutkan Seminar Nasional serta forum Bahtsul Masail di Kompleks Masjid Darussalam SMKN 1 Jombang pada Jumat (28/8). Kegiatan ini dihadiri tak kurang dari 200 peserta dari jajaran Muslimat NU serta perwakilan daerah Jombang dan Bojonegoro.mut






