Pengalungan tanda peserta program 3M
Kota Malang, Bhirawa
Fakultas Teknologi Pertanian dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) resmi menerjunkan 856 mahasiswa dalam program Mahasiswa Membangun Mitra (3M). Berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Malang, ratusan mahasiswa ini disebar ke 57 kelurahan di lima kecamatan dengan misi membawa 57 inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) hasil rancangan sendiri.
Pelepasan mahasiswa yang mengusung tagline “Satu Kelurahan Satu Alat Inovasi” ini dihadiri langsung oleh Rektor UB Prof. Widodo, Dekan FTAB Prof. Yusuf Hendrawan, serta jajaran pimpinan universitas dan pemerintah daerah setempat di lingkungan kampus UB.
Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, menjelaskan bahwa program 3M bertujuan untuk membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan riil di lapangan melalui pendekatan teknologi.
“Setiap kelompok membawa satu alat inovasi yang dirancang dan dibangun sendiri oleh mahasiswa. Alat tersebut disesuaikan dengan permasalahan yang ditemukan di masyarakat saat survei semester lalu, baik terkait lingkungan, pertanian, agroindustri, hingga sektor UMKM,” ujar Prof. Yusuf.
Beberapa inovasi konkret yang dibawa mahasiswa antara lain mesin pencacah plastik untuk mendukung pengelolaan lingkungan, pencacah kompos untuk sektor agroindustri, hingga mesin spinner minyak untuk membantu efisiensi produksi pelaku UMKM lokal.
Lebih lanjut, Yusuf menambahkan bahwa program ini terintegrasi dengan program Kampung Lingkar Kampus (KLK) yang digagas Rektor UB. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari mata kuliah wajib pengabdian masyarakat setara 6 Satuan Kredit Semester (SKS). Selama di lapangan, mahasiswa didampingi oleh 102 dosen pembimbing.
“Sebagai mahasiswa teknik, mereka harus memiliki kompetensi merekayasa atau merancang bangun alat. Tak hanya menyerahkan alat, mahasiswa juga wajib melakukan sosialisasi, pelatihan, serta pendampingan agar inovasi ini bisa dihilirisasi dan memberikan manfaat nyata,” tambahnya.
Selain 57 alat inovasi, FTAB UB juga membagikan bibit cabai ke seluruh kelurahan sasaran sebagai bagian dari program cabenisasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Program 3M ini juga menargetkan luaran berupa seminar nasional, penerbitan 57 buku inovasi ber-ISBN bersama Pemkot Malang, hingga pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan paten. Puncaknya, expo inovasi akan digelar pada 29 Juni mendatang.
Sementara itu, Rektor UB Prof. Widodo memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif FTAB yang dinilai selaras dengan pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi dalam memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada FTAB dan mahasiswa yang turun langsung membangun kemitraan dalam pengembangan ekonomi, sosial, budaya, serta lingkungan. Mahasiswa adalah agen perubahan yang harus mampu menggerakkan masyarakat menuju kemandirian ekonomi,” tegas Rektor.
Senada, Sekretaris UB sekaligus penggagas Program KLK, Tri Wahyu Nugroho, memaparkan bahwa KLK merupakan program prioritas untuk menghapus sekat antara kampus dan warga sekitar.
“Pagar UB bukan hanya batas fisik, melainkan simbol keterhubungan. Saat ini fokus utama ada di kawasan terdekat seperti Ketawanggede, Sumbersari, dan Penanggungan, namun ke depan cakupannya akan terus diperluas agar keberadaan UB semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” pungkas Tri Wahyu.mut





