FIB
Kota Malang, Bhirawa-Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) kembali dipercaya menjadi tuan rumah Grand Final ajang bergengsi BIG SMK Jatim Cup 3 (BSJC 3) Tahun 2026, Sabtu 26/9. Kompetisi Bahasa Inggris tingkat SMK se-Jawa Timur ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMK Provinsi Jawa Timur bersama FIB UB dalam rangka menyemarakkan Dies Natalis ke-17 fakultas tersebut.
Mengusung tema “Voices of Innovation, Leaders of Tomorrow” serta slogan “Bigger, Brighter, Grander”, ajang ini menjadi wadah konkret bagi siswa pendidikan vokasi untuk unjuk kebolehan berbahasa Inggris, kreativitas, rasa percaya diri, hingga kemampuan komunikasi publik.
Antusiasme peserta tercatat melonjak tajam dibanding edisi-edisi sebelumnya. Sebanyak 1.583 siswa dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur ambil bagian dalam kompetisi ini. Dari babak penyisihan daring sejak September, sebanyak 293 peserta sukses menembus babak final tingkat provinsi di FIB UB.
Para finalis tersebut bersaing di enam kategori lomba, meliputi Story Telling (38 finalis), News Anchor (38 finalis), English Speech (38 finalis), English Olympiad (132 finalis), Solo Singing (37 finalis), dan Edu Vlog (10 finalis).
Ketua MGMP Bahasa Inggris SMK Provinsi Jawa Timur, Andik Tohari, Dip. ELT., M.Pd., mengaku bersyukur atas tingginya animo para peserta.
“Kami sangat berbahagia karena di luar dugaan, batch ketiga di UB ini menjadi yang paling besar dengan 1.583 peserta di enam bidang lomba,” ungkap Andik.
Andik menegaskan bahwa kompetisi ini membuktikan siswa vokasi tidak hanya terampil dalam aspek teknis kejuruan, melainkan juga cakap dalam komunikasi global. Ia pun menambahkan, sertifikat prestasi BSJC 3 dapat digunakan siswa sebagai dokumen pendukung dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri maupun swasta sesuai mekanisme yang berlaku.
Apresiasi senada diutarakan Wakil Dekan Bidang Akademik FIB UB, Dr. Yusri Fajar, S.S., M.A. Ia menyatakan kebanggaannya karena FIB UB kembali menjadi mitra strategis penyelenggaraan setelah sukses pada edisi perdana.
Menurut Yusri, Bahasa Inggris memegang peranan krusial sebagai lingua franca dalam interaksi internasional. Melalui cabang kompetisi yang variatif, karakter akademik, keberanian berargumen, dan ekspresi seni siswa dapat terasah dengan baik.
“Dalam lomba selalu ada yang menang dan belum menang, tetapi proses dan kerja keras yang telah ditunjukkan itulah yang paling utama dan harus dihormati. Paling tidak, jadilah pemenang bagi diri sendiri,” tutur Yusri memotivasi peserta.
Guna menjaga standar penilaian yang profesional, objektif, dan berbobot akademis, sebanyak delapan dosen FIB UB diterjunkan langsung menjadi dewan juri pada babak pamungkas ini. Kolaborasi ini diharapkan semakin mempererat sinergi antara satuan pendidikan kejuruan menengah dan perguruan tinggi.mut






