Malang, Bhirawa-Memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang Raya berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar ajang olahraga dan edukasi bertajuk Pound with View Vol. 2 di halaman Balai Kota Malang, Sabtu 10/10.
Mengusung tema “Gerak Bersama Malang Mbois, Sehat Jiwa dan Raga”, kegiatan ini diikuti 150 peserta dari berbagai daerah, termasuk Blitar dan Nganjuk. Agenda tersebut memadukan olahraga pound fit massal dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, mulai dari cek kesehatan umum, skrining tuberkulosis (TBC), hingga pemeriksaan kesehatan mental.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi inisiatif IJTI Malang Raya yang dinilai selaras dengan komitmen pemerintah daerah dalam menggalakkan pola hidup sehat melalui gerakan Ngalam Tahes.
”Saya mengapresiasi inisiatif IJTI Malang Raya menyelenggarakan kegiatan ini dalam rangka Hari Kesehatan Mental. Melalui aktivitas fisik yang menggembirakan seperti pound fit, masyarakat dapat merasakan suasana positif yang menopang kebugaran fisik sekaligus kesehatan mental,” ujar Wahyu.
Wahyu menambahkan, penyediaan fasilitas pemeriksaan jiwa di ruang publik merupakan langkah konkret untuk menepis stigma di masyarakat. Sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Malang juga turut memanfaatkan layanan skrining tersebut sebagai bentuk teladan deteksi dini.
Sementara itu, Ketua IJTI Korda Malang Raya, Hilda Daningtyas, mengungkapkan bahwa urgensi kampanye ini berpijak pada data Dinas Kesehatan Kota Malang yang mencatat sekitar 1.600 warga telah mengakses fasilitas pelayanan kesehatan jiwa tingkat pertama sepanjang tahun ini.
”Angka tersebut menunjukkan bahwa isu kesehatan mental sangat mendesak untuk terus disosialisasikan. Jurnalis tidak hanya bertugas memproduksi berita, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mengedukasi publik mengenai pentingnya menjaga keseimbangan jiwa dan raga,” kata Hilda.
Hilda berharap agenda yang telah memasuki tahun kedua ini tidak berhenti sebagai ajang seremonial, melainkan menjadi agenda berkelanjutan yang memberi kemanfaatan luas bagi masyarakat Malang Raya.mut






