Lustrum FEB XIII, Rektor UB Apresiasi 19 Persen Lulusan Jadi Entrepreneur hingga Capaian Internasional

Malang, Bhirawa – Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai capaian strategis Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UB saat memberikan sambutan pada perayaan Lustrum XIII (Dies Natalis ke-65) FEB UB. Senin 19/10 kemarin.

​Salah satu capaian yang jadi perhatia rektor adalah keberhasilan FEB UB mencetak lulusan mandiri, di mana sebanyak 19 persen alumninya kini berkarier sebagai wirausahawan (entrepreneur). Angka ini dinilai sangat impresif karena melampaui rata-rata nasional yang baru berkisar 3 persen, bahkan berada di atas standar negara maju yang rata-rata berkisar di atas 10 persen.

Lustrum XIII FEB dihadiri sejumlah dosen dan mahasiswa dan perwakilan industri pengguna lulusan FEB UB

​”Ini yang sangat membanggakan dan tergolong langka di Indonesia. Rata-rata orang tua menginginkan anaknya kuliah lalu menjadi pegawai, jarang yang ingin anaknya menjadi pengusaha. Sementara data nasional baru sekitar 3 persen, dan negara maju rata-rata di atas 10 persen, FEB sudah mencapai 19 persen,” ujar Prof. Widodo.

​Selain serapan alumni di dunia wirausaha, Rektor juga menggarisbawahi peran FEB sebagai salah satu pilar penopang utama capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Brawijaya. Hal tersebut dibuktikan dengan produktivitas dosen dalam mempublikasikan jurnal bereputasi tinggi Q1, serta masuknya tiga bidang keilmuan FEB ke dalam jajaran 500 besar dunia.

​Dari sisi penguatan sumber daya manusia (SDM), kualifikasi tenaga pengajar FEB bergelar doktor (S3) saat ini telah menyentuh angka 64 persen. Capaian ini melampaui standar nasional dan terus dipacu menuju target 80 persen melalui skema percepatan guru besar.

​Prof. Widodo turut memuji fleksibilitas FEB yang dinamis memperbarui visinya mengikuti tuntutan zaman. Menurutnya, kesiapan menghadapi perubahan mutlak diperlukan, termasuk menyongsong berbagai kebijakan baru pemerintah di sektor pendidikan tinggi.

​Kepada mahasiswa  yang hadir, Rektor berpesan agar generasi muda tidak hanya mengandalkan ekosistem dan fasilitas yang disediakan kampus, melainkan harus terus mengasah kapasitas diri. Ia menekankan pentingnya empat pilar kecerdasan, yaitu emotional quotient, intelligence quotient, spiritual quotient, serta adversity quotient agar memiliki daya juang tinggi dan tidak mudah menyerah menghadapi rintangan.

​Untuk mendukung tumbuh kembang mahasiswa secara utuh, universitas dan fakultas juga terus memperkuat layanan konseling dan kesehatan mental dengan menghadirkan konselor pendamping yang mudah diakses oleh seluruh sivitas akademika.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *