Malang, Bhirawa – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan berdaya saing global pada momentum perayaan Lustrum XIII (Dies Natalis ke-65). Bertepatan dengan peringatan tersebut, FEB UB mencatatkan rekor keterserapan lulusan hingga 100 persen di dunia kerja dan wirausaha.
Dekan FEB UB, Prof. Abdul Ghofar, SE., M.Si, M.Acc., Ak., Ph.D., menyampaikan bahwa sejalan dengan misi baru fakultas, yakni “to educate future leaders in business and economics”, proses pembelajaran kini diarahkan langsung untuk membentuk para pemimpin masa depan. Langkah ini juga diperkuat lewat sinergi strategis bersama jajaran kementerian serta kalangan dunia usaha dan industri.
”Kami merumuskan profil lulusan yang siap menjadi leader di bidang ekonomi dan bisnis. Karena itu, kami menggandeng industri dan meminta masukan langsung dari kementerian terkait kompetensi masa depan yang dibutuhkan,” paparnya saat ditemui di sela kegiatan lustrum
Menjawab isu nasional terkait lulusan perguruan tinggi yang masuk dalam daftar pencari kerja, Abdul Ghofar menegaskan bahwa capaian tracer study internal menunjukkan tren yang sangat positif. Pada tahun 2025, tingkat serapan lulusan FEB UB mencapai 100 persen dengan masa tunggu kerja atau memulai usaha maksimal satu tahun. Angka ini melonjak tajam dibanding capaian tahun 2024 yang berada di angka 65 persen.
Keberhasilan penyerapan tenaga kerja tersebut ditopang oleh serangkaian strategi kurikulum terintegrasi. Di antaranya kewajiban magang minimal satu semester sebelum kelulusan bagi seluruh mahasiswa. Program ini melibatkan kerja sama luas dengan dunia industri untuk menampung sekitar 1.000 mahasiswa per angkatan. Selain itu, FEB UB secara konsisten menggelar kelas 3-in-1 yang diampu kolaboratif oleh dosen internal, dosen internasional, dan praktisi industri.
Di level internasional, reputasi FEB UB kian diakui lewat capaian QS World University Rankings by Subject. Tiga rumpun ilmu utama berhasil menembus jajaran bergengsi dunia, yakni bidang Finance & Accounting (peringkat 301–375), Economics & Econometrics (peringkat 451–500), serta Business & Management (peringkat 451–500).
”Capaian pemeringkatan dunia ini merupakan kontribusi monumental bagi universitas. Di samping itu, publikasi internasional dosen dan mahasiswa yang terindeks Scopus, khususnya Q1 dan Q2, naik signifikan hingga 97 persen dalam tiga tahun terakhir,” tambahnya.
Tak hanya unggul di ranah akademik dan riset global, inovasi mahasiswa FEB UB terus didorong ke arah hilirisasi. Hingga kini, mahasiswa telah mengantongi sekitar 275 hak cipta, serta sejumlah paten produk kewirausahaan yang dikembangkan bersama dosen pembimbing, termasuk inovasi produk penyegar udara (fresh air). mut.






