Malang, Bhirawa – Prestasi membanggakan di kancah internasional kembali ditorehkan sivitas akademika Universitas Brawijaya (UB) Malang. Empat mahasiswa Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) UB berhasil meraih Juara 1 Regional Asia Tenggara dalam kompetisi bergengsi Global Almond Innovation Competition 2026 di AsiaWorld-Expo, Hong Kong.
Kompetisi prestisius yang berlangsung pada 25–29 Oktober 2026 tersebut digelar oleh International Union of Food Science and Technology (IUFoST) bekerja sama dengan Almond Board of California, sebagai bagian dari rangkaian 23rd IUFoST World Food Congress 2026.
Ajang bergengsi ini diikuti lebih dari 120 tim dari berbagai belahan dunia, termasuk peserta jenjang magister (S2) hingga doktoral (S3/PhD). Para finalis regional ditantang menciptakan inovasi berbasis almond yang mampu diaplikasikan pada produk kuliner lokal di negara masing-masing.
Tim FTAB UB diketuai oleh Daniel Sebastian dengan anggota Phelia Angelina, Farhan Hafidh Fazidane, dan Arinal Haq Noviano Lektama. Mahasiswa Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan angkatan 2023 tersebut tampil memikat di hadapan dewan juri internasional lewat karya inovatif bertajuk PIAMOND, di bawah bimbingan dosen Dian Widya Ningtyas, S.T.P., M.P., Ph.D.
PIAMOND merupakan sentuhan modern pada kuliner tradisional bakpia khas Yogyakarta. Tim meracik bakpia cokelat almond berkarakteristik bebas gluten (gluten-free) serta tanpa gula tambahan (no-added-sugar), tanpa menghilangkan sensasi tekstur renyah khas kudapan aslinya.
”Kami ingin mengangkat bakpia yang merupakan oleh-oleh ikonik Yogyakarta agar lebih relevan dengan gaya hidup sehat saat ini. PIAMOND kami formulasikan ramah kesehatan, namun tetap mempertahankan cita rasa renyah dan lezat,” terang Daniel Sebastian.
Daniel menambahkan, kacang almond dipilih lantaran kaya akan lemak sehat, protein, serta serat pangan tinggi. Keberhasilan formulasi ini membuktikan bahan pangan bernilai gizi tinggi mampu berpadu harmonis dengan kearifan lokal Nusantara.
Dosen pembimbing tim, Dian Widya Ningtyas, S.T.P., M.P., Ph.D., mengapresiasi daya juang dan ketelitian riset anak didiknya hingga mampu mengungguli riset perwakilan negara lain.
”Mereka tidak hanya menguasai formulasi dan teknologi pangan, tetapi juga mempertimbangkan nilai budaya, keberlanjutan, dan kesehatan. Bersaing melawan mahasiswa program magister dan doktoral lintas negara lalu keluar sebagai yang terbaik di Asia Tenggara membuktikan kapasitas mahasiswa S1 kita sangat kompetitif di level dunia,” tegas Dian.
Karya inovasi pangan ini sekaligus mempertegas komitmen UB dalam menyukseskan agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Formulasi PIAMOND secara langsung menyokong target SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta diversifikasi gizi pada SDG 2 (Tanpa Kelaparan).mut






