Malang, Bhirawa– Menginjak usia dua tahun, Program Studi Doktor Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mempertegas komitmen penguatan riset akademik dengan meluncurkan jurnal ilmiah bertajuk Mens Sana: Journal of Mental Health and Human Flourishing. Peluncuran tersebut menjadi puncak peringatan Dies Natalis ke-2 yang digelar di kawasan GKB 4 Kampus III UMM, Sabtu 31/10.
Penerbitan berkala ilmiah ini telah mengantongi legalitas resmi dengan terbitnya International Standard Serial Number (ISSN) elektronik bernomor 3165-1496 dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) tertanggal 26 Oktober 2026.
Pembina Jurnal Mens Sana, Prof. Latipun, Ph.D., menegaskan bahwa kehadiran jurnal ini dirancang sebagai instrumen strategis untuk memupuk ekosistem riset dan publikasi ilmiah di tingkat doktoral. Pihaknya telah menyusun peta jalan (roadmap) terstruktur agar jurnal ini mampu bertransformasi menuju jurnal internasional bereputasi.
”Potensi pengembangan jurnal ini sangat terbuka lebar, ditopang oleh kontribusi naskah riset dari mahasiswa doktoral lintas perguruan tinggi. Keragaman latar belakang akademik para peneliti ini diyakini memperkaya khazanah keilmuan serta memperluas jejaring sitasi global,” ujar Prof. Latipun.
Ia menambahkan, fokus utama publikasi diarahkan pada pengkajian mendalam seputar kesehatan mental (mental health) dan kesejahteraan psikologis (human flourishing), sehingga keberadaan program doktor memberi sumbangsih nyata terhadap pemecahan isu-isu kemanusiaan.
Peluncuran jurnal tersebut dikemas dalam rangkaian kegiatan bertajuk Mens Sana Morning: Run • Mind • Care. Sebanyak 80 peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga masyarakat umum ambil bagian dalam aksi lari bersama sejauh dua kilometer mengitari area kampus. Agenda ini mengusung kampanye kepedulian kesehatan jiwa lewat aksi sederhana, mulai dari saling menyapa, refleksi diri, hingga meluangkan waktu menanyakan kabar sesama.
Peringatan dies natalis ini turut menggandeng pegiat kesehatan mental di Malang Raya, salah satunya Yayasan Indonesia Sehat Jiwa. Kemitraan strategis ini memfokuskan kolaborasi pada riset terapan, edukasi publik, serta intervensi krisis pencegahan bunuh diri agar hasil riset akademisi dapat menjawab persoalan riil di tengah masyarakat.
Selain itu, panitia menghadirkan wahana Mental Health Village sebagai ruang interaktif bagi peserta untuk mengekspresikan emosi, menitipkan pesan afirmasi positif, hingga berkonsultasi langsung dengan tim psikolog profesional. Langkah kolaboratif ini menegaskan tekad Doktor Psikologi UMM dalam mengintegrasikan riset saintifik dengan pengabdian sosial berkelanjutan. mut






