Aktifitas Perekonomian di Wilayah Kerja OJK Malang Tumbuh Positif 

Kepala OJK Malang, Farid Falatehan saat memberikan keterangan pers kepada wartawan

Kota Malang, Bhirawa

Kinerja sektor perbankan di wilayah Malang Raya serta Pasuruan dan Probolinggo terus menunjukkan penguatan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mencatat penyaluran kredit di wilayah tersebut mencapai Rp109,64 triliun pada September 2025.

Wilayah kerja OJK Malang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Probolinggo.

Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, angka tersebut tumbuh 8,41 persen (yoy) dari posisi Rp101,14 triliun. Pertumbuhan ini tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang hanya 7,70 persen (yoy).

Kepala OJK Malang, Farid Falatehan, menjelaskan bahwa peningkatan tersebut menjadi indikator kuat bahwa aktivitas ekonomi di Malang Raya dan sekitarnya masih bergerak positif.

“Ini menunjukkan kondisi ekonomi di wilayah Malang masih relatif bagus,” ujarnya dalam kegiatan Journalist Class dan Penerbitan Siaran Pers OJK Malang di Makassar, Rabu (12/11) lalu.

Farid memaparkan, porsi terbesar dari penyaluran kredit berasal dari kredit modal kerja, yang mencerminkan tingginya aktivitas usaha di sektor riil.

Menurutnya, permintaan pembiayaan oleh pelaku usaha terus meningkat seiring pemulihan dan ekspansi ekonomi daerah.

Terkait kemungkinan pengaruh kebijakan pemerintah yang menempatkan Rp200 triliun dana likuiditas pada perbankan pelat merah, Farid tidak menampik adanya dampak tersebut.

“Kemungkinan memang ada dampaknya, karena dana dari pusat didistribusikan ke kantor wilayah dan berpotensi memperluas kapasitas penyaluran kredit,” ujarnya.

OJK Malang menegaskan akan terus memantau kualitas kredit di seluruh wilayah kerja untuk memastikan pertumbuhan tetap sehat dan sejalan dengan prinsip kehati-hatian.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *