- Febrina Kepala BI Malang
Kota Malang, Bhirawa
Prospek ekonomi di Malang Raya menunjukkan sinyal kuat kebangkitan. Berdasarkan hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dilakukan Bank Indonesia (BI) Malang, prakiraan penjualan eceran pada bulan Oktober 2025 tumbuh positif dan signifikan sebesar 6,21% secara bulanan (month-to-month / mtm).
Angka pertumbuhan ini menjadi indikator positif, mengingat penjualan pada bulan sebelumnya sempat mengalami kontraksi sebesar -0,45% (mtm).
Kepala BI Malang, Febrina, mengungkapkan bahwa lonjakan pertumbuhan 6,21% ini didorong oleh peningkatan permintaan di tiga kelompok komoditas utama, yang merefleksikan peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat.
“Optimisme di pasar Malang Raya kembali terasa. Pertumbuhan kuat ini terutama disumbang oleh kebutuhan seiring periode penerimaan mahasiswa baru di bidang pendidikan, serta tingginya permintaan pada sektor otomotif, baik kendaraan baru maupun suku cadang,” jelas Febrina, Rabu (12/11) kemarin.
Febrina memaparkan, pertumbuhan eceran tersebut didominasi oleh pergerakan pada tiga kelompok komoditas.
Barang Budaya dan Rekreasi Mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 12,39% (mtm). Kenaikan ini didorong oleh sub sektor kertas, karton, dan cetakan.
Responden SPE mengonfirmasi bahwa hal ini terkait erat dengan permintaan diktat, modul perkuliahan, dan bahan ajar lainnya untuk mahasiswa baru.
Kelompok Kendaraan Diprakirakan tumbuh sebesar 9,06% (mtm). Pertumbuhan ini disumbang oleh sub sektor mobil, dengan tingginya permintaan terhadap kendaraan tipe baru berkapasitas tujuh penumpang (7-seater) dan kendaraan niaga. Selain itu, kenaikan harga jual unit di Triwulan IV juga turut mendongkrak omzet.
Suku Cadang dan Aksesori Tumbuh di level 7,49% (mtm). Kenaikan ini dipicu oleh sub sektor suku cadang dan aksesoris mobil. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas penggunaan kendaraan bermotor, yang mendorong kebutuhan perawatan mesin secara berkala, didukung juga oleh tren layanan home service perawatan kendaraan.
Survei Penjualan Eceran ini, tambahnya, digunakan BI sebagai alat ukur untuk memantau sumber tekanan inflasi dari sisi permintaan dan memperoleh gambaran tren konsumsi masyarakat. BI berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Malang Raya.mut


