Lomba Bertutur bagi siswa tingkat Sekolah Dasar (SD), di gelar Gedung Dispussipda Kota Malang
Kota Malang, Bhirawa
Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang terus berupaya meningkatkan indeks literasi dan minat baca masyarakat melalui berbagai terobosan. Salah satu langkah konkret yang kembali dihidupkan adalah kompetisi literasi berupa Lomba Bertutur bagi siswa tingkat Sekolah Dasar (SD), pada tanggaln27 dan 28 April ini.
Kepala Dispussipda Kota Malang, Ir. Yayuk Hermiati MH, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan minat baca yang sempat terhenti akibat pandemi. “Lomba bertutur ini terakhir kita adakan sebelum Covid-19, yakni tahun 2019. Tahun ini kembali kita laksanakan sebagai upaya stimulan bagi anak-anak agar lebih mencintai dunia literasi sejak dini,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (27/4).
Yayuk menjelaskan, pemilihan lomba bertutur bukan tanpa alasan. Selain didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas), kegiatan ini dinilai efektif sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat (long life learning).
”Kami menyesuaikan dengan juknis dari Perpusnas. Harapannya, jika pelaksanaan tahun ini berjalan sukses, tahun depan sasaran peserta bisa diperluas, tidak hanya tingkat SD tapi juga menjangkau tingkat SMP,” tambahnya.
Selain melalui perlombaan, Dispussipda juga masif memperluas jangkauan layanan perpustakaan hingga ke sudut kota. Saat ini, tercatat ada sekitar 42 perpustakaan masyarakat yang aktif di Kota Malang. Tak hanya itu, pemerintah juga tengah mengusulkan penambahan perpustakaan kelurahan untuk melengkapi 57 kelurahan yang ada.
”Kami menyediakan buku fisik maupun digital. Titik baca kini tidak hanya terpusat di perpustakaan induk, tapi juga ada di Mal Alun-Alun (Mall Pelayanan Publik), gedung MCC, hingga perpustakaan keliling yang rutin hadir di Alun-Alun Merdeka,” terang Yayuk.
Menariknya, tahun ini Dispussipda juga mulai mengekspos koleksi naskah kuno agar bisa dinikmati masyarakat luas di berbagai titik baca. Hal ini dilakukan agar masyarakat mengenal sejarah sekaligus meningkatkan nilai edukasi naskah digital.
Disinggung mengenai angka Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Kota Malang tahun 2024 yang mencapai kisaran 83-84 persen, Yayuk menjelaskan adanya perubahan indikator penilaian dari Perpusnas. Hal ini membuat perbandingan angka dengan tahun sebelumnya belum bisa dipublikasikan secara mendalam.
”Ada indikator penilaian baru dari pusat, jadi nilainya tidak bisa langsung dibandingkan dengan tahun-tahun kemarin. Namun, posisi Kota Malang tetap berada di jajaran atas di Jawa Timur, bersaing ketat dengan Surabaya,” jelasnya.
Menurutnya, peningkatan literasi di pinggiran kota menjadi fokus utama melalui Gerakan Literasi Masyarakat. Program ini bahkan mendapat dukungan dari legislatif melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) Dewan yang diarahkan pada pembentukan perpustakaan masyarakat di berbagai wilayah.
”Kami ingin budaya membaca bukan sekadar kewajiban sekolah, tapi menjadi gaya hidup. Dengan sinergi program ‘Ngalam Pintar’, kami optimis indeks literasi masyarakat Kota Malang akan terus naik secara signifikan,” pungkasnya.mut





