Akselerasi Internasionalisasi, UB Tembus Top 800 THE Asia University Rankings 2026

Prof Imam Santoso

Kota Malang, Bhirawa 

Universitas Brawijaya (UB) kembali mengukuhkan eksistensinya di kancah internasional dengan menembus jajaran Times Higher Education (THE) Asia University Rankings 2026. UB sukses menempati klaster 601–800 universitas terbaik di Asia dalam pemeringkatan yang melibatkan 929 perguruan tinggi dari 36 negara tersebut.

​Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Imam Santoso, menyatakan bahwa  pencapaian ini adalah buah dari fase akselerasi dan program prioritas Rektor, terutama di bidang akademik dan riset global.

​“Ini adalah bukti bahwa UB berada di jalur yang tepat. Kami secara masif meningkatkan kolaborasi melalui program strategis seperti Adjunct Professor, Visiting Lecture, hingga UB Star untuk memperkuat ekosistem pendidikan berstandar global,” ujar Prof. Imam.

​Mantan Dekan FTP ini menambahkan, perluasan jejaring tidak hanya menyasar institusi, tetapi juga peningkatan kapasitas SDM. UB aktif mengirim mahasiswa ke luar negeri serta mendukung dosen melakukan riset dan publikasi bersama mitra internasional.

​“Program riset inovasi kita arahkan pada penguatan International Networking. Kami ingin menciptakan kolaborasi publikasi yang kuat melalui riset mahasiswa dan dosen di luar negeri,” imbuhnya.

​Berdasarkan data THE Asia 2026, UB mencatatkan skor cukup tinggi pada aspek International Outlook (43,8) dan Industry (36,2). Hal ini mencerminkan kekuatan UB dalam mobilitas akademik internasional serta potensi hilirisasi riset dengan dunia industri.

​Sementara itu, Kepala UPT Global Partnership and Reputation UB, Hendrix Yulis Setyawan, Ph.D., menilai hasil ini sebagai instrumen refleksi untuk terus bertransformasi. Salah satu indikator positif yang menonjol adalah lonjakan kualitas publikasi.

​”Kinerja riset UB meningkat signifikan. Publikasi di jurnal bereputasi internasional Q1 dan Q2 naik tajam dari sekitar 300 pada tahun 2020 menjadi 1.500 publikasi pada 2025. Ini modal besar bagi reputasi global kita,” jelas Hendrix.

​Ke depan, UB berkomitmen memperkuat tata kelola data dan konsolidasi potensi seluruh sivitas akademika. Dengan masuknya UB di klaster 601-800 Asia bersama perguruan tinggi elit nasional lainnya seperti UNHAS, ITS, dan UM, UB optimistis dapat terus merangkak naik ke posisi yang lebih tinggi pada periode mendatang.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *