Program Studi D3 Perbankan dan Keuangan Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang memberikan sosialisasi kepada para siswa
Bojonegoro, Bhirawa
Guna menjemput terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2030, Program Studi D3 Perbankan dan Keuangan Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggandeng Pemerintah Kabupaten Bojonegoro serta Dikdasmen PNF PDM Muhammadiyah Bojonegoro. Kolaborasi lintas sektor ini diwujudkan melalui sosialisasi pendidikan intensif untuk mendorong siswa melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi yang berbasis keahlian.
Dr. Sri Budi Cantika Yuli, SE., MM. Isteri Bupati Bojonegoro, menekankan bahwa pendidikan tinggi adalah investasi strategis bagi masa depan daerah. Menurutnya, persiapan menuju 2030 harus dimulai dengan mencetak SDM yang cerdas, terampil, dan berkarakter.
”Pendidikan tinggi bukan sekadar mengejar gelar, melainkan sarana membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Generasi muda Bojonegoro harus memiliki semangat belajar tinggi agar mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” ujar Sri Budi Cantika di hadapan para siswa, Rabu (29/4).
Hal senada disampaikan Dikdasmen PNF PDM Muhammadiyah Bojonegoro, Aufar, pihaknya mengingatkan bahwa di era persaingan global, ijazah saja tidaklah cukup. Siswa wajib membekali diri dengan soft skills seperti kepemimpinan, kreativitas, dan kemampuan adaptasi.
Sementara itu, Ketua Prodi D3 Perbankan dan Keuangan Vokasi UMM, Novi Primita Sari, SE., M.Ec.Dev., mengapresiasi antusiasme luar biasa dari para siswa SMA/SMK Muhammadiyah se-Bojonegoro, SMAN 1 Bojonegoro, hingga MA Al Amin Bojonegoro. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam memetakan potensi lulusan.
Untuk menjawab tantangan dunia kerja, Kepala Laboratorium D3 Perbankan dan Keuangan UMM, Dhurotus Sangadah, SE., MM., memaparkan bahwa pihaknya telah menerapkan sistem pembelajaran adaptif melalui Project Based Learning dan Teaching Factory.
”Mahasiswa kami tidak hanya belajar teori, tapi langsung praktik melalui mitra strategis seperti BPRS Arsa Syariah, Rayz Hotel, hingga Dea Bakery. Kami memastikan lulusan memiliki pengalaman kerja nyata sebelum mereka benar-benar lulus,” jelas Dhurotus.
Selain kurikulum yang aplikatif, mahasiswa juga dibekali sertifikasi kompetensi mulai dari Brevet Pajak, kewirausahaan dari Wadhwani Foundation, hingga sertifikasi Fintech Syariah dari AFSI. Tak hanya itu, peluang global pun terbuka lebar melalui skema beasiswa internasional seperti Erasmus+ dan ISMA.
”Melalui berbagai program unggulan ini, kami berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya siap bekerja di industri perbankan, tetapi juga tangguh dalam membangun usaha mandiri,” pungkasnya.mut





