Dr. Sri Untari Bisowarno MAP menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi di Kabupaten Malang
Malang, Bhirawa
Puncak peringatan Hari Koperasi Kabupaten Malang sukses diselenggarakan di Desa Sitarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan., Sabtu 18/7 kemarin. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Malang HM Sanusi dan sejumlah pejabat daerah mulai dari camat hingga lurah.
Kemeriahan peringatan Hari Koperasi ini diisi dengan serangkaian kegiatan yang edukatif dan menghibur. Setelah sebelumnya dibuka dengan pentas Campursari pada malam hari, keesokan harinya acara dilanjutkan dengan jalan sehat, bazar UKM, perlombaan sepak bola antar-SD se-Kecamatan Sumawe, hingga penyerahan penghargaan bagi koperasi berprestasi. Serangkaian acara ini ditujukan untuk menjaga eksistensi dan menghidupkan semangat berkoperasi di masyarakat.
Tokoh koperasi nasional sekaligus anggota DPRD Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan koperasi. Beliau juga memaparkan empat poin krusial yang saat ini sedang diperjuangkan di Jakarta terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Perkoperasian, demi masa depan koperasi yang lebih tangguh.
Sri Untari berharap agar pemerintah dan DPR RI tidak mewajibkan kebijakan spin-off (pemisahan unit usaha) bagi seluruh koperasi, melainkan bersifat opsional (“dapat”). Hal ini dikarenakan secara teknis maupun implementasi, banyak koperasi yang masih memerlukan persiapan panjang. Kebijakan ini sebaiknya diperuntukkan bagi koperasi yang memang sudah siap saja.
Selama ini menurutnya, koperasi hanya memiliki Hak Guna Bangunan (HGB) atas aset tanah atau bangunan yang dikelolanya. Sri Untari memperjuangkan agar koperasi bisa mendapatkan Hak Milik, setara dengan yayasan-yayasan pendidikan, demi memperkuat aset dan kelembagaan koperasi itu sendiri.
Ia menyampaikan Jika nasabah perbankan sudah mendapatkan jaminan keamanan tabungan dari pemerintah, maka hal serupa harus diterapkan pada koperasi. Kehadiran LPS bagi anggota koperasi dalam RUU Perkoperasian yang baru dinilai sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan (trust) anggota, sehingga koperasi di Indonesia dapat tumbuh hidup dan subur dengan proteksi simpanan yang jelas.
Sri Untari mendorong agar Sistem Tanggung Renteng secara resmi dimasukkan ke dalam model pengelolaan koperasi di Indonesia, bersanding dengan sistem konvensional dan syariah. Sistem Tanggung Renteng merupakan produk asli karakter bangsa Indonesia yang berakar dari nilai gotong royong terstruktur. Sistem ini bahkan sudah sukses diimplementasikan oleh banyak koperasi di Indonesia, terutama di Jawa Timur.
Menutup keterangannya, Sri Untari menyampaikan ucapan selamat dan harapan besarnya bagi kemajuan koperasi tanah air. “Selamat Hari Koperasi. Koperasi berdaya, Indonesia berjaya,” pungkasnya.mut






