Malang, Bhirawa— Guru Besar FSTeM Universitas Brawijaya (UB), Prof. Dra. Fatchiyah, M.Kes., Ph.D., menjadi invited speaker dalam ajang internasional The 6th Seminar on Biological Security and Sustainability (BIOSES 2026) di Universiti Malaysia Terengganu (UMT), Malaysia, pada 4–6 Agustus 2026.
Kehadiran pakar genetika molekuler sekaligus Ketua Prodi S1-Bioinformatika ini membawakan kepakaran nutrigenomik untuk mendukung program UB PIONEER (Universitas Brawijaya Professors’ International Outreach Network) dalam memperkuat reputasi akademik kampus di tingkat global.
Baca Juga: Apresiasi Perkembangan FSTeM, Mantan Rektor UB Ingatkan Pentingnya Menjaga Ilmu Dasar
Dalam seminar BIOSES 2026, Prof. Fatchiyah menyampaikan materi bertajuk “Nutrigenomics: Deciphering the Molecular Interplay Between Diet and the Genome in Disease Modulation”. Beliau menegaskan bahwa ilmu gizi tradisional sedang mengalami pergeseran paradigma dari pedoman diet seragam (one-size-fits-all) menuju ilmu presisi nutrigenomik yang mengupas interaksi kompleks antara senyawa bioaktif pakan/makanan dan genom manusia.
”Nutrigenomik lebih membahas tentang pengontrolan gen-gen terkait penyakit dengan bahan biologis atau senyawa aktif dalam sumber alami makanan, baik nabati maupun hewani. Sedang nutrigenetik memfokuskan pada penetapan makanan individu berbasis pada profil penanda gen-gen tertentu,” jelas Prof. Fatchiyah.
Ia menambahkan, integrasi data multi-omik (genomik, proteomik, dan metabolomik) berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) merupakan garis depan inovasi layanan kesehatan masa depan untuk mencegah penyakit kronis dan memperkuat kesehatan global.
Selain seminar utama, Prof. Fatchiyah juga mengisi kuliah tamu bertema “Innovation Key: Transforming the Science of Cellular Nutrition Toward Sustainability in Natural Cosmetics” di Fakulti Sains dan Sekitaran Marine (FSSM) UMT. Di hadapan mahasiswa S1-Biologi, beliau membagikan strategi hilirisasi riset biologis dan biomedis hingga berhasil dikembangkan menjadi produk komersial.
Rangkaian kegiatan internasional ini secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastrur.mut






