Kota Malang –Prof Dr Ir Muhammd Bisri menyampaikan bahwa Tawakal dalam ajaran Islam bukanlah sikap pasrah tanpa tindakan, melainkan wujud penyerahan diri kepada Allah SWT yang wajib didahului dengan ikhtiar secara maksimal.
Hal tersebut ditegaskan oleh Khotib Salat Jumat, Prof. KH. Muhammad Bisri Fattah Karim, dalam khutbah bertema “Tawakal kepada Allah Setelah Berikhtiar” di Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jumat (7/8/2026).
Dalam khutbahnya, Prof. Bisri mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara usaha lahiriah dan keteguhan hati untuk berserah diri kepada Allah SWT.
“Mewujudkan tawakal bukan berarti meninggalkan usaha. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berikhtiar sekaligus bertawakal. Berusaha dengan seluruh kemampuan lahiriah dan bertawakal dengan hati merupakan wujud keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tegasnya di hadapan para jamaah.
Untuk memperkuat landasan tersebut, beliau mengutip hadis populer Rasulullah SAW:
• Pelajaran Hadis: “I’qilhā wa tawakkal” (Ikatlah untamu, kemudian bertawakallah). Pesan ini menegaskan kewajiban setiap muslim untuk berusaha terlebih dahulu sebelum menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah.
• Landasan Al-Qur’an: Surah Ali Imran ayat 159, yang menegaskan bahwa tawakal adalah tahap akhir setelah seseorang membulatkan tekad dan berikhtiar sungguh-sungguh:”Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.”
3 Keutamaan Utama Bagi Orang yang Bertawakal
Prof. Bisri memaparkan tiga janji dan keutamaan besar dari Allah SWT bagi hamba-Nya yang menerapkan prinsip tawakal secara benar:
• Memperoleh Pertolongan dan Perlindungan Allah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana dalam memberikan perlindungan kepada hamba yang menggantungkan harapannya hanya kepada-Nya.
• Jaminan Kecukupan Rezeki Sesuai Surah At-Talaq ayat 3, Allah berjanji mencukupkan segala kebutuhan hamba-Nya. Beliau juga mengutip hadis riwayat Imam Tirmidzi mengenai rezeki burung:
• Burung tetap terbang keluar dari sarangnya pada pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.
• Hal ini membuktikan bahwa rezeki datang kepada mereka yang aktif berusaha, lalu bertawakal.
• Kebaikan di Dunia dan Janji Surga di Akhirat
• Di Dunia: Memperoleh ketenangan jiwa serta terhindar dari rasa cemas, gelisah, dan putus asa.
• Di Akhirat: Mendapat balasan berupa surga yang dijanjikan bagi orang-orang beriman.
Sikap terbaik seorang muslim dalam menghadapi dinamika kehidupan adalah terus berikhtiar, memperbanyak doa, dan menghadirkan tawakal. Bersandar kepada Allah SWT dengan hati yang tenang—baik dalam urusan dunia maupun akhirat—merupakan wujud keimanan utuh yang menghimpun keyakinan, usaha maksimal, dan kerelaan menerima segala ketetapan-Nya.mut






