Malang, Bhirawa — Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., saat menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda ke-123 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Hall Dome UMM, Kamis 24/9, menyampaikan bahwa wisuda bukan sekedar rutinitas tapi merupakan fase baru dalam menapak kehidupan.
Di hadapan ribuan wisudawan, mantan Rektor UMM periode 2016–2024 ini menggunakan analogi metamorfosis ulat menjadi kupu-kupu untuk menggambarkan fase transformasi intelektual sarjana. Menurutnya, bila ular berganti kulit hanya untuk mengubah bentuk fisik, ulat justru berproses panjang membentuk rupa sekaligus karakter baru yang bernilai guna tinggi.
“Transformasi dari ulat menjadi kupu-kupu bukan hanya sekadar perubahan bentuk, tetapi perubahan karakter. Ini saatnya Saudara memasuki zaman kupu-kupu. Kelahiran Saudara saat ini ditunggu nilai kebermanfaatannya oleh masyarakat,” tegas Fauzan.
Ia juga mengibaratkan kehidupan seperti sebatang pensil yang baru bisa menghasilkan goresan bermakna ketika digerakkan. Karena itu, ia meminta para wisudawan tetap rendah hati, menghargai jasa orang tua serta dosen, dan tidak terjebak pada pencapaian popularitas semu.
Senada dengan hal itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., menyatakan bahwa lulusan UMM telah dibekali kompetensi yang matang untuk menjawab tantangan dunia industri sekaligus membuka lapangan kerja baru.
“Insyaallah yang diwisuda pada hari ini adalah wisudawan yang siap kerja, wisudawan yang mampu mencetak kerja, dan wisudawan yang berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Dyah.
Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan komitmen Kampus Putih dalam menerapkan prinsip continuous improvement (perbaikan berkelanjutan). Menurutnya, relevansi mutu akademik wajib berbanding lurus dengan solusi konkret yang dihadirkan di ruang publik.
Komitmen tersebut diwujudkan lewat penguatan arsitektur pendidikan UMM Excellent Solution Center (ESC), yang menggeser peran kampus dari sekadar penyedia ilmu (knowledge provider) menjadi institusi pemecah persoalan bangsa (problem-solving institution).
“Almamater adalah ibu kandung kedua. Jagalah maruahnya dengan terus mengabdi dan berbuat kebaikan bagi masyarakat luas, yang merupakan kesejatian alumni UMM,” pungkas Nazaruddin.mut






