Batu, Bhirawa– Sebanyak 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Batu mengikuti pelatihan Batu Smart Preneur yang diinisiasi melalui Program Dosen Berkarya Universitas Brawijaya (UB) 2026. Agenda strategis ini digelar guna memperkuat kapasitas para wirausahawan lokal dalam aspek manajemen keuangan digital, branding, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga kesiapan menembus pasar internasional.
Kegiatan ini terlaksana atas kolaborasi antara Universitas Brawijaya dengan Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu, yang difokuskan pada penguatan ekosistem UMKM berbasis pariwisata dan kesetaraan gender.
Ketua Pelaksana Program, Henny Rosalinda, S.IP., M.A., Ph.D., didampingi tim akademisi UB Neola Hestu Prayogo, S.IP., M.A., Ph.D., menjelaskan bahwa pelatihan dirancang terpadu guna mendorong UMKM agar lebih adaptif terhadap pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Kami merancang platform digital terintegrasi untuk mendukung pembukuan usaha, perencanaan bisnis, pembuatan konten promosi berbasis AI, hingga perluasan akses pasar ekspor,” terang Henny, Kamis (27/8).
Rangkaian pelatihan mencakup tiga materi utama, yakni Digitalisasi Pembukuan UMKM, Digital Branding & Pemanfaatan AI, serta Internasionalisasi UMKM. Berdasarkan hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test, terjadi peningkatan pemahaman peserta yang sangat signifikan di seluruh indikator.
Rata-rata pemahaman peserta pada aspek digitalisasi usaha dan teknologi meningkat dari 95,33 persen menjadi 99,67 persen. Sektor pembukuan keuangan digital melonjak dari 98,13 persen mencapai 100 persen, sementara ranah branding dan internasionalisasi naik dari 97,33 persen menjadi 100 persen.
Melalui sinergi berkelanjutan ini, Pemkot Batu bersama Universitas Brawijaya optimistis UMKM Kota Batu mampu meningkatkan daya saing produk, memperluas daya jangkau pemasaran, serta menjadi pilar penggerak ekonomi daerah berbasis pariwisata secara berkelanjutan.mut






