Jombang, Bhirawa – Di dalam Muktamar ke-35 NU terdapat sidang yang membahas peta jalan menuju NU Digdaya 2050.
Pembahasan ini terungkap dalam rilis resmi Muktamar NU pada Sabtu (29/8).
Sidang pembahasan peta jalan tersebut berlangsung di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Baca Juga: Gus Yahya Minta Maaf dalam LPJ Muktamar ke-35 NU, Pastikan Capaian PBNU Hasil Kerja Kolektif
Putri Gus Dus Beberkan Peta Jalan NU Digdaya 2050
Pemaparan peta jalan NU Digdaya 2050 terungkap melalui pemaparan Alissa Wahid, putri Gus Dur.
Pertama 2026-2030, transformasi jamiyahh.
Langkah pertama ini akan menjadi pembenahan mendadar organisasi, sistem, dan budaya kerja keras untuk membangun fondasi yang adaptif, modern dan berdaya saing.
Kedua, 2031-2035 yakni akselerasi transformasi.
Tujuannya adalah percepatan implementasi hasil transformasi melalui penguatan kapasitas, inovasi, dan ekspansi program agar menghasilkan dampak yang lebih luas.
Ketiga, 2036-2040 Kemandirian Jam’iyah.
Aspek ini membahas pengelolaan sumber daya, program, dan pengambilan keputusan, sehingga organisasi tidak bergantung pada pihak eksternal.
Keempat, 2041-2045 Kepemimpinan Etik.
Penguatan peran sebagai rujukan kepemimpinan berbasis nilai etika yang memberi kontribusi strategis di tingkat nasional dan internasional.
Kelima, 2046-2050 Ekosistem Peradaban.
NU menjadi sebuah Ekosistem Peradaban yang mapan melalui pembangunan sistem yang terintegrasi dan berkelanjutan. Di sinilah nilai, institusi, dan praktik sosial dapat membentuk peradaban maju.
“Jadi, harapan kami (PBNU) bila punya peta jalan dengan kejelasan, maka semua PCNU tidak perlu bingung mikir ‘terus kita harus bikin program apa ya’. Sehingga tinggal merujuk pada 5 langkah yang telah terumuskan,” ujar Alissa Wahid.
Adapun Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama akan terus berlanjut hingga Senin (31/8) mendatang.(DS)






