Malang, Bhirawa– Menyelesaikan studi sarjana dalam waktu 3,5 tahun dengan raihan IPK 3,88 menjadi capaian yang memicu kebanggaan bagi Nur Aulia Yunita. Alumnus Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2021 tersebut tidak sekadar lulus lebih cepat, tetapi juga berhasil menyandang predikat Wisudawan Terbaik III UMM.
Kini, portofolio dan akumulasi pengalaman yang ia bangun selama di bangku kuliah menjadi bekal berharga dalam meniti karier profesional sebagai Media Strategic Staff di kawasan industri nikel terpadu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).
Alumnus yang akrab disapa Lea ini mengungkapkan bahwa pencapaiannya tersebut tidak dicapai secara instan di dalam ruang kelas belaka. Selama berstatus mahasiswa, Lea sangat aktif berasah kemampuan di Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) UMM pada bidang Hubungan Masyarakat (Humas). Di organisasi itu, ia mengasah keterampilan komunikasi eksternal, manajemen konten, kemitraan media, hingga membangun jejaring strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.
Wawasan dan praktiknya kian kaya ketika ia memberanikan diri bekerja sebagai Social Media Specialist di perusahaan otobus PO 27 Trans sembari menuntaskan penyusunan skripsi. Tidak berhenti di situ, Lea juga berjejaring aktif di Perhumas Muda Malang Raya, menghadiri forum World of Public Relations di Bali, hingga rutin mengikuti kompetisi konten digital bentukan Bank Indonesia di Malang dan Surabaya yang membuah hasil deretan juara.
Penguatan kompetensi terapan Lea makin teruji berkat keikutsertaannya dalam program unggulan Center of Excellence School of Creative Digital Communication (CoE SCDC) UMM selama dua semester. Program ini memfasilitasinya secara penuh untuk menggarap proyek nyata, menangani klien industri, hingga jalur magang terarah.
“Di CoE SCDC, saya tidak hanya menyerap teori, tetapi langsung dihadapkan pada praktik lapangan. Kami dilatih menangani kebutuhan klien, mengeksekusi project, memahami dinamika industri, hingga terjun langsung melalui magang,” tutur Lea.
Pascalulus dan kembali ke kampung halamannya di Kendari, tantangan pencarian kerja sempat ia lalui. Sekitar satu bulan berselang, peluang datang saat ia melamar ke PT IMIP. Melalui tahapan seleksi administrasi, wawancara, dan ragam tes kompetensi, Lea resmi dinyatakan diterima dan mulai menjalankan tugas sejak September 2025.
Saat ini, Lea menempati Departemen Media PT IMIP dengan fokus pada area Social Media Community. Tugas utamanya meliputi pemantauan percakapan publik di media sosial, analisis isu dan keluhan audiens, membaca insight data digital, serta menyusun masukan strategis bagi komunikasi perusahaan. Ia juga mengawal program community management serta Employee Advocacy demi mengoptimalkan potensi karyawan internal sebagai content creator.
Berada di lingkungan industri tambang nikel diakuinya memberikan tantangan unik tersendiri karena latar belakang keilmuan yang cukup berseberangan. Meski begitu, situasi ini justru memacunya untuk terus bertumbuh.
“Sebagai praktisi komunikasi, saya tidak dituntut memahami teknis industri nikel secara mendalam sejak hari pertama. Kunci utamanya terletak pada kemauan kuat untuk terus belajar dan cepat beradaptasi memetakan karakter industri ini,” paparnya.
Lea menilai, lingkungan akademik Kampus Putih UMM berhasil memadukan teori kuliah, dinamika organisasi, program akselerasi CoE, dan keberanian mengambil peluang. Kombinasi inilah yang membentuk kesiapannya terjun ke dunia kerja global.
“Saya memegang prinsip bahwa action is better than motivation,” tegas Lea.
Mengakhiri keterangannya, Lea mengajak para generasi muda untuk mengenali potensi diri, sigap membaca peluang, dan tidak ragu mencoba tantangan baru. Kesempatan karier kerap hadir dari arah yang tak disangka, sehingga keberanian untuk melangkah dan konsistensi belajar menjadi kunci pembeda dalam membangun karier profesional.mut






