Heerenveen, Bhirawa – Pemain Timnas Indonesia, Mees Hilgers telah berlatih di Sportpark Skoatterwald, tempat latihan klub SC Heerenveen.
Ia langsung bergabung dengan latihan tim barunya setelah publikasi perkenalan pada Senin (31/8) kemarin.
Heerenveen pun menjadi klub kedua sepanjang karier profesional Mees Hilgers setelah menghabiskan sekitar 6 tahun bersama FC Twente.
Baca Juga: Mees Hilgers Gabung Heerenveen, Akhiri Drama Panjang 1 Musim dengan Twente
Mees Hilgers Ungkap Alasan Gabung Heerenveen
Usai resmi menjadi pemain baru Heerenveen pada bursa transfer musim panas 2026, Mees Hilgers mengungkap alasannya memilih klub yang bermarkas di Abe Lenstra Stadion tersebut.
“Sebetulnya, ada beberapa pilihan (klub) lain di Belanda. Namun sejak awal, saya langsung mendapatkan perasaan terbaik saat berada di Heerenveen,” ungkap Mees Hilgers, menukil dari media regional Belanda asal Friesland, Leeuwarder Courant.
Kepada media sewilayah dengan klub Heerenveen, Mees menyebut tiga hal yang membuatnya memilih De Superfriezen.
Pertama, Stadion Abe Lenstra, yang berkapasitas sekitar 26–27 ribu penonton.
Stadion ini pernah masuk ke dalam daftar venue perencanaan untuk menggelar Piala Dunia 2018 di Belanda dan Belgia.
Stadion ini kemudian menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan UEFA Women’s Nations League 2024 yang menyajikan laga Belanda vs Jerman dan berakhir dengan skor 0-2 untuk kemenangan Jerman.
Kedua, Heerenveen menurut Mees Hilgers adalah salah satu klub besar di Belanda.
Sejak berdiri pada 20 Juli 1920, Heerenveen pernah tiga kali finis kedua di kasta pertama yang kini bernama Eredivisie.
Mereka finis kedua pada musim 1946/47, 1947/48, dan 1999/20.
Heerenveen juga pernah juara Piala KNVB musim 2008/09, setelah dua kali peringkat kedua pada 1992/93 dan 1996/97.
Sejatinya, torehan Heerenveen tak sebagus Twente, yang pernah juara Eredivisie pada 2009/10.
Lalu, tiga kali juara Piala KNVB (1976/77, 2000/01, 2010/11).
Bahkan, pernah sekali menjadi finalis kompetisi kasta kedua Eropa, Piala UEFA atau yang kini bernama Liga Europa (UEL) pada 1974/75.
Walau demikian, tim yang kini ternakhodai Pelatih Robin Veldman tidak pernah terdegradasi ke Eerste Divisie sejak musim 1993/94.
Sebaliknya, Twente pernah degradasi pada 2017/18 meski kemudian langsung kembali ke liga utama setelah juara Eerste Divisie pada 2018/19.
Alasan ketiga Mees memilih Heerenveen adalah gaya bermain klub asal provinsi Friesland tersebut yang menyerang.
“Saya sangat menyukai stadion ini. Heerenveen juga salah satu klub besar di Belanda, dan bermain dengan gaya sepak bola menyerang,” beber pemain keturunan Indonesia dari ibunya yang lahir di Manado.
Jadwal Laga Heerenveen Terdekat
Heerenveen akan melakoni pertandingan kandang menjamu AZ Alkmaar pada pekan kelima.
Laga ini akan berlangsung pada Minggu (6/9) malam pukul 19.30 WIB.
Jika Mees mendapat lampu hijau untuk bermain, bisa saja laga ini akan menjadi debutnya bersama De Superfriezen.
Namun, apabila masih belum mendapat lampu hijau karena faktor kebugaran pasca-absen panjang, laga menjamu Telstar (13/9, 19.30 WIB) akan menjadi momen debutnya.
Saat ini, Heerenveen mengumpulkan 5 poin dari empat pertandingan dan menempati urutan ke-11 dari 18 tim.
Mereka hanya terpaut 1 poin dari Twente yang menempati urutan kedelapan.
Menariknya, Twente sudah kalah 0-1 dari Heerenveen di Abe Lenstra pada pekan pembuka.
Maka, pertemuan kedua akan berlangsung di De Grolsch Veste, Enschede, markas Twente.
Ini akan membuat Mees Hilgers kembali bermain di stadion yang telah menjadi saksi pertumbuhannya sebagai bek tengah potensial dari didikan Twente.
Menarik ditunggu, apakah Heerenveen akan kembali mengalahkan Twente atau De Tukkers yang akan memulangkan Mees dkk tanpa membawa poin.(DS)






