Malang, Bhirawa – Politeknik Negeri Malang (Polinema) resmi mengukuhkan tujuh Profesor/Guru Besar baru dalam sidang senat terbuka di Kampus Polinema, Kamis (10/9/2026). Pengukuhan ini diharapkan semakin memperkuat barisan intelektual perguruan tinggi vokasi tersebut dalam menciptakan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan dunia industri.
Ketujuh Guru Besar yang dikukuhkan tersebut berasal dari pelbagai bidang keahlian rekayasa dan teknologi, yaitu:
• Prof. Ir. Mohammad Noor Hidayat, S.T., M.Sc., Ph.D. (Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan
• Prof. Dr. Ir. Nawir Rasidi, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. (Struktur Beton dan Jembatan
• Prof. Dr. Dra. Fullchis Nurtjahjani, M.M. (Kepemimpinan
• Prof. Dr. Ir. Prayitno, M.T. (Pengolahan Air Limbah
• Prof. Dr. Asrori, S.T., M.T. (Konversi Energi Mekanik Berbasis Rekayasa Teknologi Tenaga Surya
• Prof. Ir. Yan Watequlis Syaifudin, S.T., M.MT., Ph.D. (Sistem dan Teknologi Pendukung Pembelajaran
• Prof. Ir. Ika Noer Syamsiana, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng. (Teknologi Rekayasa Otomasi
Direktur Politeknik Negeri Malang, Supriatna Adhisuwignjo, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan puncak pengakuan atas perjalanan keilmuan, dedikasi, serta integritas para akademisi. Kendati demikian, bertambahnya jumlah Guru Besar tidak sekadar menjadi angka pelengkap di lingkungan akademik, melainkan harus hadir sebagai jawaban atas tantangan pembangunan nasional.
”Kampus tidak boleh hanya menjadi tempat untuk menghasilkan lulusan dan publikasi ilmiah semata. Kampus harus hadir di tengah masyarakat, menjawab persoalan nyata, menghasilkan teknologi yang dapat dimanfaatkan, memperkuat dunia usaha dan industri, serta memberikan solusi bagi berbagai tantangan,” ujar Supriatna dalam sambutannya.
Ia menekankan konsep Kampus Berdampak, di mana ilmu pengetahuan dan riset yang dikembangkan di lingkungan pendidikan vokasi harus terintegrasi rapat dengan kebutuhan nyata masyarakat. Guru Besar yang baru dikukuhkan diharapkan mampu menjadi penggerak utama sekaligus role model bagi akademisi muda dalam membangun iklim riset yang aplikatif.
Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Senat Polinema, Komandan Lanud Abdul Rachman Saleh Marsekal Pertama TNI Reza Sastranegara, Ketua LAM Teknik Prof. Dr. Ing. Ir. Misri Gozan, pimpinan perguruan tinggi mitra baik domestik maupun mancanegara, serta jajaran civitas akademika Polinema.
”Mari kita jadikan momentum pengukuhan ini bukan hanya sebagai perayaan atas sebuah pencapaian, tetapi sebagai komitmen baru untuk menjadikan ilmu pengetahuan sebagai kekuatan yang memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan,” pungkasnya.mut






