Tingkatkan Produksi Kue Sagon Kelapa di Blitar, Polinema Terapkan Alat Pengupas dan Pemarut Inovatif

Blitar, Bhirawa — Politeknik Negeri Malang (Polinema) terus mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penerapan teknologi tepat guna. Upaya nyata ini diwujudkan lewat program Pengabdian kepada Masyarakat di UD Wijayakusuma, Kelurahan Plosokerep, Kota Blitar, yang berfokus pada optimalisasi serta modernisasi proses produksi kue sagon kelapa.

​Kegiatan yang dilaksanakan pada 2 Agustus 2026 tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi, keseragaman mutu bahan baku, kapasitas usaha, hingga keselamatan kerja melalui pengenalan alat pengupas dan pemarut kelapa inovatif. Seluruh rangkaian program ini didanai melalui DIPA Politeknik Negeri Malang.

​Tim pengabdian Polinema ini diketuai oleh Hari Kurnia Safitri, S.T., M.T., dengan anggota Dr. Beauty Anggraheny Ikawanty, S.T., M.T., Prof. Ir. Mohammad Noor Hidayat, S.T., M.Sc., Ph.D., Dr. Widjanarko, S.T., M.T., Dr. Muhamad Rifa’i, S.T., M.T., serta Evi Suwarni, S.AB., M.AB. Program ini hadir sebagai bentuk penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) guna menjawab kendala nyata mitra dalam mengolah bahan baku kelapa.

​UD Wijayakusuma sendiri dikenal sebagai UMKM produsen kue sagon kelapa yang terus berinovasi menyajikan aneka varian rasa berbahan buah asli. Sebelum menerima bantuan pendampingan, proses pengupasan dan pemarutan kelapa di tempat usaha ini masih dikerjakan secara manual dengan peralatan sederhana. Akibatnya, penyiapan bahan baku menyita banyak waktu dan tenaga.

Baca Juga: Teknik Kimia Polinema Dampingi PKK Desa Pajaran Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

​Selain tidak efisien, hasil parutan kelapa yang kurang seragam berpotensi memengaruhi tekstur, tingkat kematangan, hingga konsistensi kualitas akhir kue sagon.

​Menjawab persoalan tersebut, tim Polinema merancang dan menerapkan mesin pengupas sekaligus pemarut kelapa bermotor yang disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas produksi UD Wijayakusuma. Berkat sistem mekanis ini, pengolahan kelapa kini berlangsung jauh lebih cepat dengan beban kerja fisik yang lebih ringan. Parutan kelapa yang dihasilkan pun menjadi lebih konsisten, sehingga mutu kue sagon senantiasa terjaga.

​Proses pelaksanaan program tidak hanya terbatas pada penyerahan unit mesin. Tim pengabdian memulainya dari identifikasi kebutuhan mitra, perancangan mesin, pengujian fungsi, penyerahan, hingga demonstrasi pengoperasian dan pendampingan bagi pemilik serta para pekerja. Mitra juga dibekali pelatihan prosedur keselamatan kerja, perawatan rutin mesin, pembersihan alat, serta penanganan kendala teknis sederhana.

​Ketua Tim Pengabdian, Hari Kurnia Safitri, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kehadiran mesin inovatif ini memberikan dampak langsung terhadap efisiensi operasional.

​“Penerapan alat pengupas dan pemarut kelapa ini diharapkan dapat mempersingkat waktu pengolahan bahan baku, mengurangi risiko kecelakaan kerja, serta membantu mitra menghasilkan parutan kelapa yang lebih seragam. Dengan demikian, kapasitas dan mutu produksi kue sagon dapat terus ditingkatkan,” terangnya.

​Penerapan teknologi tepat guna ini diharapkan membantu UD Wijayakusuma dalam merespons lonjakan pesanan secara lebih cepat, terutama menjelang momen krusial seperti Bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Di samping itu, lingkungan kerja yang lebih aman dan efisien turut tercipta karena pekerja tidak lagi bergantung penuh pada cara-cara manual.

​Langkah ini mempertegas komitmen Polinema dalam mengimplementasikan hasil riset dan teknologi untuk mendukung kemandirian UMKM masyarakat. Melalui pendampingan berkelanjutan, teknologi inovatif ini diharapkan mampu memperkuat daya saing kue sagon kelapa khas Blitar agar semakin unggul dan mampu menembus pasar yang lebih luas.mut

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *