Malang, Bhirawa-Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan dukungan penuh terhadap pemenuhan hak-hak anak, khususnya anak-anak disabilitas dan kelompok rentan, sebagai perwujudan Kota Layak Anak. Hal ini ditegaskan Kepala Dinsos P3AP2KB Mohammad Sailendra, disela-sela, menghadiri kegiatan Inspiratif Icon 2026, yang diselenggarakan PT Laressa Rafflesia International (LARI) kreativitas anak yang digelar di Malang City Point, Minggu 13/9.
Menurut Sailendra, Pemkot Malang menekankan pentingnya memberikan ruang yang setara bagi setiap anak untuk bereksprisi, menunjukkan bakat, serta mengukir prestasi tanpa memandang keterbatasan.
”Pesan dari Bapak Wali Kota jelas, bahwa anak-anak disabilitas, anak-anak yang rentan, serta seluruh anak di Kota Malang harus diberi ruang yang seluas-luasnya untuk bereksprisi dan menunjukkan kreativitas maupun prestasi mereka. Kegiatan seperti ini sangat membantu Pemkot Malang dalam memfasilitasi kebutuhan tumbuh kembang mereka,” ujar Sailendra.
Selain fokus pada pengembangan potensi anak, Pemkot Malang juga terus memperkuat statusnya sebagai Kota Layak Anak yang saat ini telah mencapai taraf penghargaan kategori Nindya. Predikat ini diraih berkat keberlanjutan berbagai program, kesiapan infrastruktur, hingga regulasi kebijakan yang berpihak pada perlindungan anak.
Menanggapi fenomena isu kesehatan mental dan tekanan psikologis yang marak menimpa remaja belakangan ini, Pemkot Malang memastikan langkah-langkah pencegahan dan pendampingan telah berjalan secara masif.
”Upaya pencegahan terus kami lakukan melalui sosialisasi dan edukasi. Jika terjadi hal-hal yang membutuhkan penanganan khusus, kami juga menyiapakan psikolog untuk pendampingan, baik di lingkungan sekolah maupun melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Kota Malang,” terangnya.mut






