Malang, Bhirawa-SMAN 1 Turen, Kabupaten Malang, mencatatkan terobosan baru dalam pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) dan Ketua Umum (Pilketum). Memanfaatkan sistem electronic voting (e-voting) pada Kamis (17/9), ajang tahunan ini tak sekadar menjadi pesta demokrasi siswa, tetapi juga wahana menguji tingkat literasi digital serta sikap moderasi beragama di lingkungan sekolah.
Kepala SMAN 1 Turen, Agus Harianto, menjelaskan bahwa pelaksanaan e-voting ini didukung oleh perangkat komputer bantuan BPUUP/BOPP yang akan diproyeksikan untuk Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional. Sebanyak enam unit komputer difungsikan sebagai TPS digital, lengkap dengan desain antarmuka web buatan tim internal sekolah.
“Ini pertama kalinya kami menggunakan e-voting. Perangkatnya kami manfaatkan dari bantuan yang baru diterima, sementara untuk desain web dan sistem grafisnya murni dikembangkan oleh tenaga internal sekolah,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Jumat 18/9.
Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Ilham, mengungkapkan bahwa proses pemungutan suara yang diikuti sekitar 1.270 siswa berjalan lancar dan jauh lebih efisien dibandingkan sistem manual berbasis kertas. Kehadiran pihak KPU dan Panwasku turut mengawal jalannya pemilihan agar sesuai dengan tata cara demokrasi.
“Dari sisi efisiensi, e-voting sangat membantu karena hasilnya langsung diketahui melalui real count. Penetapan hasil pun jadi jauh lebih cepat,” kata Ilham. Pada perhelatan tersebut, calon Ketua OSIS nomor urut 2 berhasil unggul dengan selisih sekitar 250 suara.
Evaluasi Literasi Digital dan Moderasi Beragama
Di balik suksesnya acara, Agus Harianto memberikan catatan evaluasi terkait penguasaan teknologi peserta didik. Menurutnya, meski siswa sangat cepat beradaptasi dengan sistem e-voting saat menginput data, masih ada kesenjangan antara kemampuan mengoperasikan gawai untuk media sosial dengan penguasaan komputer untuk produktivitas.
“Anak-anak cepat menguasai sistem saat input data. Namun, ketika berhadapan dengan aplikasi perkantoran seperti Excel, rumus makro, atau pengolahan data berbasis logika, kemampuan mereka masih perlu ditingkatkan. Ini jadi bahan evaluasi kami agar literasi digital siswa benar-benar mencakup keterampilan kerja,” tegas Agus.
Tak hanya soal teknologi, Pilketos kali ini juga menjadi cermin tumbuhnya sikap toleransi dan moderasi beragama di SMAN 1 Turen. Agus mengapresiasi para siswa yang dinilai sudah berpikir holistik dalam memilih calon pemimpin tanpa sekat latar belakang agama. Salah satu kandidat dari nonmuslim bahkan berhasil meraup dukungan suara yang cukup signifikan.
“Ini membuktikan siswa kami sudah paham betul arti moderasi. Demokrasi sekolah bukan sekadar soal angka, tapi bagaimana saling menghargai keberagaman,” pungkasnya.
Panitia berharap, pengurus OSIS terpilih dapat menjalankan amanah secara adil, menjadi teladan, serta mampu mengayomi seluruh warga sekolah tanpa membeda-bedakan kelompok.mut






