Bandung,Bhirawa— Asosiasi Muslimah Pengusaha Alisa Khadijah ICMI Jawa Timur unjuk gigi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III di Bandung, 28–30 Juli 2026. Mengusung tema “Kedaulatan Pangan, Energi, dan Industri Halal”, Jatim memamerkan deretan program unggulan berbasis riset dan pemberdayaan ekonomi perempuan.
Ketua Umum ICMI Pusat sekaligus Kepala BRIN, Prof. Arif Satria, menegaskan pentingnya riset dan teknologi (R&D) sebagai daya saing utama pengusaha Muslimah di era global. Ia mendorong penguatan Community-Based Management (CBM) untuk mencetak wirausaha perempuan tangguh berbasis teknologi.
”Antusiasme dan kegiatan sosial kelompok ibu-ibu harus kita transformasikan menjadi unit usaha produktif yang bernilai tambah ekonomi tinggi,” ujar Prof. Arif Satria.
Sementara itu, Ketua Alisa Khadijah ICMI Jatim, Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP, memaparkan capaian kinerja periode 2025–2026. Tiga pilar utama yang telah dijalankan meliputi:
Edukasi & Literasi: Pelatihan dan workshop UMKM perempuan di Malang, Batu, Pasuruan, Gresik, hingga Jombang.
Sertifikasi Halal: Pelatihan tenaga Pendamping Proses Produk Halal (P3H) dan Penyelia Halal bekerja sama dengan pemda, ormas, dan perguruan tinggi (UMM, UTM, UMSIDA, UIN).
Hilirisasi Riset Pangan: Inovasi pangan fungsional sehat kaya antioksidan berbasis pigmen bunga lokal karya UMM untuk produk herbal, kosmetik, dan eduwisata daerah.
Dalam kesempatan tersebut, tim Alisa Khadijah ICMI Jatim juga menyerahkan proposal riset hilirisasi pangan dan eduwisata langsung kepada BRIN guna memperkuat sinergi nasional menuju Indonesia Emas 2045.mut











