Para pejuang lingkungan dan komunitas Program Kampung Iklim (Proklim) menggelar diskusi intensif hingga larut malam di kawasan Green House Hidroponik, Balikpapan.
Balikpapan, Bhirawa
Krisis air bersih di Kota Balikpapan menjadi perhatian serius para pejuang dan pegiat lingkungan setempat. Demi merumuskan langkah konkret, pembina lingkungan nasional Bambang Irianto bersama para pejuang lingkungan dan komunitas Program Kampung Iklim (Proklim) menggelar diskusi intensif hingga larut malam di kawasan Green House Hidroponik, Balikpapan.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang Irianto menegaskan pentingnya kolaborasi berbasis masyarakat di tingkat tapak untuk menghadapi ancaman krisis air yang kian mendesak di wilayah perkotaan. Menurutnya, kesadaran menjaga ketersediaan air harus diwujudkan melalui aksi-aksi nyata yang konsisten.
”Persoalan air bersih ini tidak bisa diselesaikan setengah-setengah. Komunitas Proklim harus menjadi garda terdepan dalam merawat sumber-sumber air, memanen air hujan, hingga menjaga kawasan resapan lingkungan sekitar. Jika masyarakat bergerak bersama, dampak krisis air dapat kita tekan secara signifikan,” ujar Bambang Irianto.
Dalam pertemuan yang berlangsung hingga pukul 23.00 WITA tersebut, para pegiat lingkungan saling bertukar pikiran dan merumuskan sejumlah poin kesepakatan strategis untuk mengatasi persoalan krisis air yang dialami warga Balikpapan.
Senada dengan hal itu, Maestro Lingkungan Balikpapan, Suwanto, mengapresiasi semangat dan komitmen para pejuang Proklim yang tetap solid berdiskusi meski waktu sudah larut malam.
”Terima kasih kawan-kawan Proklim yang telah bergabung hari ini. Mudah-mudahan pada pertemuan selanjutnya kita dapat memberikan solusi nyata terkait masalah air di Kota Balikpapan,” kata Suwanto.
Pertemuan tersebut ditutup dengan seruan semangat bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan Kota Balikpapan: “Kalau bukan kita, siapa lagi! Kalau tidak sekarang, kapan lagi! Balikpapan Madani, Lestari!”mut











