Bangun Generasi Emas Jawa Timur, Ketua Perbasi Tegaskan Pembinaan Basket Tanggung Jawab Bersama

Kota Malang, Bhirawa– Ketua Pengprov Perbasi Jawa Timur sekaligus perwakilan Perbasi Zona Jawa, Grace Evi Ekawati (Mama Evi), memberikan apresiasi tinggi terhadap aksi sosial yang diinisiasi oleh para mantan atlet dalam kegiatan Bhakti Alumni 2001 SMAK St. Albertus (Dempo) Malang. Demi mendukung langsung inisiatif kemanusiaan ini, Evi rela menempuh penerbangan paling awal sekitar pukul 03.00 WIB.

​Evi mengungkapkan kebanggaannya melihat para mantan pebasket sekolah yang tetap konsisten memberi dampak positif bagi masyarakat meski telah lama gantung sepatu dari kompetisi pelajar.

​”Karya dan prestasi itu tidak melulu soal bermain di lapangan. Hari ini mereka membuktikan bahwa dalam perjalanan hidup, pencapaian bukan sekadar tentang tujuan diri sendiri, melainkan bagaimana berbagi kasih untuk sesama. Ini patut dicontoh dan diviralkan agar menular ke orang lain,” tutur Evi. Ia menambahkan, esensi sebuah kegiatan tidak diukur dari kemewahan anggarannya, melainkan seberapa luas asas manfaat yang dirasakan publik.

​Kolaborasi Pembinaan dan Peran Media

​Terkait upaya membangun generasi emas di cabang olahraga bola basket, Evi menegaskan bahwa proses pembinaan bibit muda adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen pencinta basket, bukan semata beban federasi, sekolah, klub, atau pemerintah. Media pun memegang peranan krusial dalam menyebarkan syiar positif mengenai prospek cerah cabang olahraga ini, mulai dari raihan prestasi, beasiswa pendidikan, hingga jalur kedinasan.

​Program Masuk Desa dan Basis Kekuatan Terbesar

​Tren positif pembinaan basket di wilayah Jawa Timur terus diperkuat melalui langkah nyata. Evi secara aktif turun langsung menyambangi 38 kabupaten/kota untuk menghidupkan kembali klub-klub yang sempat pasif, sekaligus mendistribusikan ribuan bantuan bola dan perlengkapan tanding.

​Terobosan inklusif turut disiapkan lewat agenda kompetisi basket di level pedesaan tanpa membebani fasilitas peserta, termasuk memperbolehkan peserta bertanding tanpa sepatu. Konsep ini sekaligus merangkul masyarakat umum dan kelompok ibu-ibu agar gemar berolahraga, sebagaimana percontohan yang sudah berjalan di Bondowoso.

​Berdasarkan sistem pendataan DPP Perbasi, Jawa Timur saat ini tercatat sebagai lumbung pembinaan terbesar nasional dengan lebih dari 275 klub resmi berizin. Modal pembinaan yang solid ini mendasari optimisme Perbasi Jatim menghadapi ajang PON mendatang, dengan membidik target sapu bersih empat medali emas usai torehan sejarah juara umum pada edisi sebelumnya.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *